Bakteri : Pengertian dan Strukur Tubuh Bakteri – Artikel kali ini mengenai pengertian bakteri dan sruktur
tubuh Bakteri. Bakteri adalah makhluk hidup bersel satu yang berukuran sangat
kecil dan mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Bakteri dapat berbentuk batang,
spiral, atau bola. Bentuk tubuh ini dapat dijadikan dasar klasifikasi
bakteri. Ukuran bakteri yang paling besar kira-kira 100 m. Ada pula yang
kurang dari 1 m dan yang terkecil kira-kira berukuran 0,1 m (1 mikron = 0,001
mm).
Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Ukuran bakteri
yang lebih kecil dari 0,1 m hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron.
Sekumpulan bakteri dapat membentuk koloni. Contohnya, pada makanan yang telah
busuk, koloni bakteri dapat terlihat dalam bentuk cairan kental, lengket
seperti lendir yang berwarna putih kekuningan. Bakteri tidak mengandung
klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri. Berdasarkan sumber zat
makanannya, bakteri dibagi menjadi bakteri autotrofdan heterotrof. Bakteri
heterotrof terbagi menjadi bakterisaprofitdan parasit. Berdasarkan kebutuhan
oksigen-nya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerobdan anaerob.

Struktur Tubuh Bakteri
Bakteri berukuran sangat kecil sehingga struktur tubuhnya sulit untuk
diamati. Tubuh bakteri berupa sel tunggal, dinding selnya tersusun dari
hemiselulosa dan senyawa semacam pektin yang lebih mendekati pada sel hewan.
Dinding sel dilapisi selaput mirip gelatin yang menyebabkan dinding sel
berlendir. Isi sel berupa protoplas dengan membran plasma dan sitoplasma. Di
dalam sitoplasma tersebar butiran-butiran nukleotida yang mengandung DNA, belum
terdapat inti dengan membran inti seperti pada sel umumnya. Belum terdapat
plastida dan zat warna. Sebagian bakteri ada yang mempunyai
karotenoida. Jika dilihat dari struktur luarnya, bentuk bakteri akan
beraneka ragam, yaitu berbentuk batang, spiral, dan bola. Bentuk tubuh ini
dapat dijadikan dasar klasifikasi bakteri.
Jika bakteri cocus membelah diri pada satu bidang dan tetap saling
melekat berpasangan dua dua, disebut diplococus, contohnya, Diplococus
bacillus. Jika selnya membelah diri pada satu bidang dan tetap melekat berbaris
seperti rantai, disebut streptococus, misalnya, Spirillum.Jika selnya membelah
diri pada dua bidang dan secara khas membentuk kelompok terdiri dari empat sel,
disebut tetracocus (Pediococcus cerevisiae). Jika selnya membelah diri pada
tiga bidang dalam suatu pola tak teratur seperti anggur, disebut stafilcocus,
misalnya, Staphylococcus aureus. Jika selnya membelah diri pada tiga bidang
dalam suatu pola teratur membentuk penataan seperti kubus, disebut sarsina,
misalnya, Sarcina ventriculi. Bakteri yang berbentuk spiral biasanya tidak
berkelompok.
Spirillum dibedakan menjadi:
§ Bentuk spiral (berupa lengkung lebih dari setengah
lingkaran), misalnya, Spirillum minor,
§ Koma (berupa lengkung kurang dari setengah lingkaran,
pendek, dan tidak lengkap), misalnya, Vibrio comma,
§ Spiroseta (berupa spiral yang halus dan lentur),
misalnya, Treponema pallidium. Plasma bakteri banyak mengandung vakuola-kecil
yang berisi cadangan makanan, seperti glikogen, amilosa, lemak, zat putih
telur, dan vulotin.
Pada umumnya, bakteri bergerak pasif, tetapi ada juga yang dapat
bergerak aktif dalam medium cair. Pada fase tertentu, bakteri tersebut dapat
membentuk rambut-rambut plasma yang dapat menembus dinding plasma. Rambut
plasma ini disebut bulu cambukatau flagel. Jumlah flagel dapat berbeda-beda,
misalnya, monorik(satu flagel pada salah satu kutubnya), subpolar(dua flagel
masing-masing di bawah kutubnya), lofotrik(ada seberkas flagel pada salah satu
kutubnya), dan peritrik (flagel menyebar di seluruh permukaan sel). Dengan
mikroskop, terlihat tiga struktur utama di luar dinding sel walaupun tidak
semua bakteri memiliki ketiga struktur tersebut. Ketiga struktur tersebut
adalah
1.
Flagel,
2.
Pili,
3.
Kapsul.
Pili (fimbriae),berupa filamen atau benang, lebih kecil, lebih banyak,
dan lebih pendek daripada flagel. Pili hanya dapat dilihat dengan mikroskop
elektron dan tidak berhubungan dengan pergerakan. Fungsi pili adalah
sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinan dan
berfungsi membantu untuk melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang
merupakan sumber nutriennya. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental
yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena
merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab
penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkatkan kemampuan bakteri dalam
menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
Selain tiga struktur utama di luar tubuh bakteri, terdapat struktur
dalam tubuh bakteri. Setelah kapsul ditemukan tubuh bakteri yang batas
terluarnya adalah dinding sel, kemudian di bawahnya terdapat membran sel.
Membran sel pada bagian tertentu membentuk mesosom, lalu bagian dalam tubuh
terdapat sitoplasma dan struktur-struktur di dalam sitoplasma.
Reproduksi Bakteri
Bakteri dapat berkembang biak
secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai.
Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. Pembelahan
biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding
melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. Dua sel
bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Sel anakan hasil
pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda
pengenal untuk jenis bakteri. Misalnya, bakteri yang terdiri dari sepasang sel
(diplococcus), delapan sel membentuk kubus (sarcina), dan berbentuk rantai
(streptococus). Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. Pada
keadaan optimal, beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. Dalam
satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjuta-juta sel. Coba kamu
hitung kalau setiap 20 menit bakteri dapat membelah, berapa jumlah bakteri yang
dihasilkan dari 1 bakteri dalam waktu 24 jam. Diskusikan dengan guru dan teman-temanmu,
apa yang akan terjadi kalau perkembangbiakan bakteri ini terus-menerus
berlangsung tanpa ada faktor yang membatasinya?
Jenis Bakteri
Berdasarkan Cara Memperoleh
Makanannya, bakteri dibedakan kedalam:
1. Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrofadalah
bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat
membuat makanan sendiri. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan
parasit. Bakteri saprofitadalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati,
misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai
bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga
menguntungkan bagi manusia, contohnya, bakteri Eschericia coli yang berperan
sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus
garicusyang berperan dalam pembuatan yogurt.
Bakteri parasit adalah bakteri
yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat
merugikan makhluK hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, antara lain, kolera
disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, TBC disebabkan oleh bakteri
Mycobac-terium tuberculosis, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella
dysenterriae, sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan radang
paru-paru (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae.
2. Bakteri Autotrof
Bakteri autotrofa dalah
bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Berdasarkan asal energi yang
digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang
bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. Bakteri
kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang
berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya, proses oksidasi senyawa
tertentu. Contohnya, bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat
dengan mengoksidkan HNO 2, bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa
belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter. [ps]





