Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tahukah Anda Bahwa 5 Benda Ini Menjadi Rumah Bagi Para Kuman dan Bakteri?

Tanpa disadari, ada beberapa benda yang sering digunakan sehari-hari dengan banyak kuman dan bakteri di dalamnya. Agar tak kena penyakit, Anda pun harus lebih berhati-hati setelah menyentuhnya.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 benda dengan banyak kuman dan bakteri yang perlu Anda waspadai:

1. Spons cuci piring dan kain dapur
Dua benda ini hampir selalu ada di dapur: spons cuci piring yang terendam air sabun dan kain dapur untuk membersihkan peralatan memasak. Dari sebuah penelitian, ditemukan bahwa benda-benda ini 86 persen memiliki jamur, 77 persen mengandung bakteri coliform, dan 18 persen positif memiliki bakteri staphylococcus.
Pesan penting: Biasakan untuk tidak merendam spons di air sabun setelah selesai digunakan. Peras dan keringkan spons setiap hari. Jangan lupa untuk menggantinya dengan yang baru secara rutin. Untuk kain dapur, usahakan untuk mencucinya paling tidak tiga hari sekali.


Tahukah Anda Bahwa 5 Benda Ini Menjadi Rumah Bagi Para Kuman dan Bakteri?
2. Wastafel
Bakteri sangat menyukai lapisan logam di keran, terutama yang sering basah. Sekitar 500 ribu bakteri sangat mungkin hidup di area tersebut. Selain itu, area wastafel di dapur juga biasanya lembab sehingga bakteri bisa semakin betah.
Pesan penting: Rutin bersihkan wastafel dengan cairan pembersih khusus setidaknya seminggu sekali. Jangan lupa untuk mengeringkannya setiap selesai digunakan.


3. Alas sepatu
Satu studi menemukan bahwa hampir 96 persen sol sepatu terkontaminasi dengan bakteri coliform, termasuk bakteri fecal. Jadi setiap kali Anda masuk ke dalam rumah dengan menggunakan sepatu, Anda sedang membawa masuk kuman dan bakteri juga.
Pesan penting: Lepaskan sepatu setiap kali memasuki rumah. Cuci sepatu setidaknya sekali dalam dua pekan. Untuk perlindungan ekstra, simpanlah sepatu dan alas kaki lainnya di area khusus yang tidak terlalu dekat dengan bagian dalam rumah.



4. Pegangan eskalator
Semua fasilitas umum bisa dibilang menjadi 'rumah' bagi berbagai jenis kuman dan bakteri, termasuk salah satunya pegangan eskalator yang biasanya ada di mal atau tempat umum lainnya. Dalam sebuah studi, 43 persen dari pegangan dan rel eskalator memiliki tingkat cukup tinggi kontaminasi untuk menyebarkan penyakit.
Pesan penting: Jika memungkinkan, hindari menyentuh pegangan eskalator. Namun apabila kondisi mengharuskan Anda untuk menyentuhnya, cuci tangan atau gunakan hand sanitizer segera sesudahnya.

5. Keranjang belanja atau troli
Puluhan orang menggunakan keranjang belanja dan troli yang sama setiap harinya, sehingga perpindahan kuman dan bakteri dari satu tangan ke tangan lainnya sangat mungkin terjadi.
Pesan penting: Sediakan tisu basah saat akan berbelanja, usapkan pada pegangan keranjang atau troli saat Anda hendak menggunakannya.

Sempat Tolak Ketemu Teman-temannya, Begini Kisah Maria Hadapi Kanker Payudara

Sempat Tolak Ketemu Teman-temannya, Begini Kisah Maria Hadapi Kanker PayudaraJakarta, Diagnosis kanker payudara stadium 2B itu membuat Maria Sudiarta (57) terpuruk. Saking terpuruknya dia enggan bertemu dengan teman-temannya. Saat mendapati diagnosis kanker payudara, Maria merasa hidupnya tak lama lagi.

"Waktu itu saya sempat nggak terima dapat penyakit ini. Kenapa harus saya. Bahkan saya sempat menolak teman-teman yang datang. Tapi dukungan keluarga, suami, anak-anak membuat saya bangkit dan mau menerima," tutur Maria kepada detikHealth di sela-sela pertemuan para penyintas kanker payudara yang digelar Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) beberapa waktu lalu.

Saat itu Maria ingat benar, ketiga anaknya memberikan semangat sambil menangis. Mereka tidak mau Maria menyerah pada kanker payudara. "Kata anak-anak saya harus berobat, harus kuat. Ingat anak-anak dan keluarga membuat saya jadi semangat," kenang Maria akan peristiwa enam tahun lalu itu.

Baca juga: Karena Mammografi, Santi Bersyukur Tanda Kanker Payudaranya Segera Ketahuan

Maria sempat minum kunyit putih. Konon herba tersebut bisa membantu menghilangkan kanker dari tubuhnya. Meski demikian, Maria tidak meninggalkan pengobatan medis.

"Waktu didiagnosis itu saya stadium 2B. Saya pun nggak ada riwayat kanker payudara di keluarga. Setelah menjalani beberapa tes termasuk biopsi, keluar jadwal operasi. Saya takut sebenarnya. Tapi kan harus segera (dioperasi), kalau nggak nanti bisa menyebar lebih cepat," tutur perempuan asal Bali ini.

Akhirnya Maria merelakan payudara kanannya diangkat. Setelah itu dia pun harus menjalani kemoterapi. Saat kemo, dia merasa mual dan pusing sehingga susah makan. Namun karena ingin sembuh, Maria memaksakan diri untuk tetap makan.

"Mau nggak mau harus dipaksa. Kalau nggak makan mau dapat energi dari mana. Saya banyak makan buah dan sayur. Saya juga banyakin istirahat," imbuhnya.

Kata Maria, kanker payudara bisa menyerang siapa saja. Namun penyakit ini bukan akhir dari semua. "Hidup manusia itu tergantung Tuhan. Kita, manusia, yang berusaha menjaga kesehatan dan tubuh kita. Kalau sakit, kita harus berusaha mencari pengobatan," ucap Mario mengunci perbincangan.