Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan

Predator Baru “Serbu” Gunung Ciremai


KuninganSering ditemukannya kijang yang masuk ke wilayah permukiman penduduk di sekitar lereng Gunung Ciremai akhir-akhir ini, disebabkan banyaknya hewan predator baru yang masuk ke kawasan gunung tersebut. Sehingga hewan liar keluar dari habitatnya pada ketinggian antara 1.500 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Hal itu terungkap saat petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akan melepas seekor kijang ke kawasan Ciremai blok Lambosir, sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Senin (26/9/2016).
“Berdasarkan identifikasi kami melalui kamera jebakan (trap), terpantau telah terjadi penambahan jenis predator baru, yaitu anjing-anjing para pemburu liar yang tertinggal di dalam kawasan Gunung Ciremai. Hitungan saya pribadi di Palutungan ada 25 ekor anjing kampung yang sering dibawa berburu dan tertinggal atau tersesat di hutan kawasan Ciremai,” ungkap tenaga fungsional Pengendali Ekosistem Hutan TNGC, Idin Abidin.
Sehingga dengan adanya predator buas di kawasan tersebut, kata Idin, kijang berupaya menyelamatkan diri dan memilih keluar dari habitatnya. Peristiwa ini pernah terjadi di sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan hingga masuk lubang galian.
“Hal ini sudah kami laporkan ke kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), nanti akan ada tindakan terhadap anjing itu. Apakah pengusiran, penangkapan atau perlakuan yang lain,” ujarnya.
Selain itu, Idin juga memastikan perbedaan anjing hutan dan anjing kampung yang berkeliaran di hutan dari aspek morfologi. Sehingga hewan yang berkeliaraan itu merupakan anjing peliharaan yang tertinggal di hutan kawasan Ciremai saat dibawa berburu.
“Tapi yang jelas hasil identifikasi kita, ini bukan hanya di Palutungan. Tetapi juga ada di Seda dan tempat-tempat yang lainnya. Kalau daerah Majalengka tidak terlaporkan, tetapi kemungkinan besar ada,” tuturnya.

Desa Pamulihan (Subang) Rawan Terjadi Gerakan Tanah Susulan

Kuningan - Hasil pemeriksaan Badan Geologi terhadap kejadian bencana di Desa Pamulihan Kecamatan Subang menyatakan, lokasi tersebut berpotensi terjadi gerakan tanah susulan, sehingga disarankan apabila terjadi hujan berkepanjangan pada areal bencana kemarin agar mengungsi dilokasi yang aman.
Hasil pemeriksaan tersebut tertuang dalam surat dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan nomor surat 2619/45/BGL.V/2016 perihal laporan singkat pemeriksaan lokasi tanah longsor dan rencana relokasi di Desa Pamulihan kecamatan Subang, yang ditujukan kepada Kepala BNPB, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan.
Selain itu, retakan tanah harus segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan agar air permukaan tidak masuk dan menjenuhi tanah.
Di areal bencana juga diimbau untuk ditanami dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan pergerakan lereng. Selanjutnya perlu dibuat saluran drainase kedap untuk menjaga air permukaan tidak masuk keareal bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, surat dari Badan Geologi tersebut sebagai bahan pemerintah daerah untuk menentukan rencana relokasi, sebab selain rekomendasi teknis juga terdapat rekomendasi koordinat lokasi untuk relokasi.
“Ada tiga titik rencana relokasi yang diberikan. Salah satunya tidak layak untuk relokasi pemukiman tapi hanya untuk hunian sementara dengan rumah kayu atau tidak permanen, sedangkan dua koordinat lainnya dinyatakan layak,” kata Agus, Sabtu (1/10).
Sementara itu, Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengaku, akan mengikuti saran dari Badan Geologi dan secepatnya akan direalisasikan karena menyangkut keselamatan warganya.
“Saya sudah terima hasil kajianBadan Geologi, kita akan segera merelokasi para korban kemarin dilokasi yang sudah dinyatakan aman,” kata Acep.
Selain itu, Acep juga meminta kepada masyarakat yang berada didaerah rawan bencana agar lebih waspada karena kondisi cuaca saat ini masih belum bisa ditebak. Bahkan dalam hasil kajian Badan Geologi juga meminta kepada masyarakat ketika terjadi hujan lebat agar mengungsi ke daerah yang aman.
“Saya mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya yang kemarin di Pamulihan agar selalu waspada dan siaga ketika hujan dengan intensitas tinggi turun,” kata Acep.

Gempur Siap Kerahkan Massa Tolak Tambang Geothermal di Kuningan

Gempur Siap Kerahkan Massa Tolak Tambang Geothermal di KuninganKUNINGAN – Setelah beberapa pekan ini terdiam soal rencana dibukanya kembali pertambangan geothermal, kini Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) tampaknya mulai beraksi.
Selasa (4/10) mendatang, mereka berencana melakukan aksi turun ke jalan menolak ekploitasi geothermal tersebut. Surat pemberitahuan rencan aksi mereka pun sudah dilayangkan ke pihak kepolisian dan DPRD Kabupaten Kuningan.
Bahkan, sebelum mendatangi gedung dewan untuk menyampaikan surat pemberitahuan, beberapa aktivisnya sempat mendatangi Pendopo meminta agar Bupati Kuningan, Acep Purnama mencabut statemen soal geothermal.
Pada saat melayangkan surat pemberitahuan ke gedung dewan, beberapa perwakilannya sempat memasuki ruang kerja Ketua DPRD, Rana Suparman. Mereka menyampaikan rencana aksi menolak pertambangan geothermal di Kuningan.
“Sebab sengketa administrasi di wilayah BTNGC dan rencana pemanfaatan panas bumi sungguh telah membuat resah masyarakat yang berada di kawasan Gunung Ciremai. Seperti contoh di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan,” terang Okky Satrio, salah seorang aktivis Gempur.
Koordinator Gempur Desta menguatkan, aksi nanti itu hanya penyampaian aspirasi. Dia berharap, pemerintah memikirkan nasib masyarakat dalam menghadapi mega proyek panas bumi nanti.
Jangan sampai upaya penolakan Gempur terhadap geothermal malah dianggap negatif oleh bupati. “Kita ingin nasib rakyat yang diprioritaskan. Lantas apakah sikap penolakan kita itu akan dinilai negatif oleh bupati kita?,” ketusnya.
Dalam menyambut kedatangan Gempur, Ketua DPRD Rana Suparman meminta agar aksi Gempur diundur. Pasalnya dalam dua hari usai akhir pekan, para pimpinan dewan akan menjalankan tugas ke pemerintah pusat. (ded)

Mengapa harus geothermal?

Masih hangat wacana tentang eksplorasi sumber daya alam panas bumi di kabupaten kuningan. Sedikit mengulas, latar belakang eksplorasi energi panas bumi atau geothermal ini adalah karena semakin menipisnya cadangan sumber energi fosil yang tersedia di bumi. Maka dari itu pemerintah berupaya mencari solusi yang terbaik untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat dari kondisi tersebut. Kuningan memiliki kekayaan alam panas bumi yang sangat mungkin digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Namun apakah Kuningan hanya memiliki geothermal? Saya punya pendapat lain tentang ini. Mari cermati, sebutkan tempat wisata yang  terdapat di Kabupaten Kuningan! Linggarjati, cigugur, waduk darma, balong dalem, sangkanurip, talaga remis, sidomba, dan masih banyak lagi. Coba cermati lagi, hampir seluruhnya tempat wisata tadi berbasis air, air ini kemudian dialirkan ke sungai-sungai dan melintasi kabupaten kuningan ke arah timur. Air ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya (misalnya pertanian).
Kenapa harus geothermal yang dipilih? Padahal megaproyek ini membutuhkan banyak air untuk setiap kali injeksi ke pusat bumi nantinya. Apakah nantinya kita masih bisa melihat tempat wisata di Kuningan? Atau kuningan yang kaya energi namun miskin air untuk kebutuhan hidupnya? Kita bukan robot yang hidup dengan listrilk kan?
Saya secara pribadi cenderung lebih setuju jika pemerintah memaksimalkan potensi air sebagai penggerak turbin untuk menghasilkan listrik. Dengan begitu secara tidak langsung kita akan turut menjaga air dari hulu hingga ke hilir. Berikut saya bandingkan beberapa keuntungan geothermal project vs. listrik tenaga air:

1.   Renewable Energi.
Geothermal adalah salah satu sumber energi terbarukan, ini berarti kebalikan dari energi fosil yang akan habis karena alam membutuhkan waktu lama untuk membentuk kembali sumber energi ini. Namun energi terbarukan tidak hanya panas bumi, banyak sumber energi lain yang bisa kita eksplorasi, misalnya, air, angin, cahaya matahari, biomassa, dll. Karena menurut James Prescott Joule, Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Namun geothermal membutuhkan banyak air untuk menghasilkan energi saat menginjeksi ke pusat bumi, namun  listrik tenaga air hanya memanfaatkan pergerakan alami dari aliran air, hanya perlu rekayasa ketinggian untuk menghasilkan energi yang lebih besar.
2.   Konservasi
Karena membutuhkan air, maka pemegang proyek geothermal akan berperan aktif dalam konservasi hutan sebagai penyangga air. Mereka akan turut serta menjaga hutan dan melestarikannya. Tapi apakah air yang tersedia nantinya untuk masyarakat, atau untuk mereka? Atau apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan semuanya?
Pembangkit listrik tenaga air pun sama-sama membutuhkan air, namun mungkin terdapat perbedaan dalam penggunaannya. Sama-sama mendukung konservasi hutan dan kita tidak terlalu khawatir (berebut) air nantinya. Kita masih bisa melihat air di tempat wisata sekarang  ini, kita masih bisa melihat air di sungai, petani masih bisa mengairi sawah serta ladangnya, kita masih bisa melihat keramba ikan atau bahkan melihat orang memancing untuk sekedar mengurai penatnya.
3.    Ekonomi
Alasan pemerintah melelang proyek ini adalah karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun proyek ini. Bahkan membutuhkan waktu kurang lebih 30 tahun untuk mencapai break event point atau titik impasnya. Maka dari itu pemerintah melelangnya dan tender ini dimenangkan PT Chevron.
Walaupun  nantinya dikelola perusahaan asing namun mereka masih membuka kesempatan masyarakat lokal untuk bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat lokal. Namun sudah sesuaikah kualifikasi sumber daya manusianya? Atau mungkin kita hanya disediakan untuk sebagai karyawan biasa? Bukan bermaksud buruk sangka, namun kita hanya perlu belajar dari pengalaman, misalnya, apakah setelah sekian waktu masyarakat papua sudah sejahtera karena privot?
Sungai modern di jakarta.
 Jika yang dipilih adalah pembangkit listrik tenaga air maka akan lebih banyak putra bangsa yang terlibat. Kita akan menjaga hutan, menjaga sungai, menjaga kearifan lokal yang saya pikir masih terjaga meskipun hanya karena mitos-mitos dari para pendahulu kita. Kita masih bisa melihat para petani mengairi sawah dan ladangnya, melihat petani  memandikan kerbaunya di sungai, atau bahkan jika pemerintah serius, pemandangan seperti itu bisa menjadi daya tarik wisata baru yang sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan di hilir dibentuk bendungan untuk pembangkit listrik.
Saya membayangkan nantinya wisatawan masih bisa berarung jeram dan melihat aktifitas para petani tadi, ini sangat potensial mengingat tempat ini adalah sumber ion negatif yang bisa mengurai stress, para wisatawan akan sangat merindukan suasana menyenangkan seperti ini.  Bahkan tepian sungai jika dibangun jalur sepeda atau taman bermain lain, tentu dengan seperti itu akan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan karena akan semakin banyak hal menarik yang bisa diolah oleh masyarakat. Jika lebih serius nantinya akan lebih baik jika sungai dijadikan jalur transportasi air. Ini akan sangat indah saya pikir jika dibanding pengeboran geothermal yang membisingkan dan bahkan dari beberapa sumber menyebutkan bisa menyebabkan gempa periodik.
Transportasi air modern
Olahraga air
    
4.    Sosial budaya
Menurut pemerintah terkait, nantinya akan ada orang asing yang bermukim di kuningan, dengan begitu akan terjadi pertukaran budaya kita dengan mereka. Namun pertanyaannya budaya seperti apa yang dimaksud? Kita sudah kewalahan dengan perubahan budaya karena serapan dari budaya asing, apa nantinya budaya kita harus benar-benar berubah?
Padahal jika kita mengembangkan potensi wisata sebagai akibat tidak langsung dari proyek pembangkit listrik tenaga air tadi, kita bisa ‘menjual’ budaya warisan dari para pendahulu kita.
5.   Ekologi
Saya secara pribadi khawatir nantinya tidak bisa lagi melihat ikan hidup di sungai karena kering tak berair, tidak bisa lagi melihat sawah karena tanah tak mungkin lagi ditanam padi, dan selanjutnya. Yang terburuk adalah kita lagi-lagi harus impor makanan dari luar. Jika negara ini keamanannya diancam negara lain, maka habislah kita. Kita bangsa Indonesia, kita harus mandiri. Kita dapat salam dari para penerus generasi kita, jangan egois. Belajarlah dari induk ayam yang berusaha keras menjaga suhu tubuhnya dengan berpuasa, itu semua demi generasi penerusnya. Tentu kita tidak lebih rendah dari ayam, kita harus berpikir lebih jauh dari mereka karena kita adalah makhluk berakal.

Referensi:

“Orang-orang Gila” Bertamu Ke KPUD dan Panwaslu Kab. Kuningan

Foto demonstran  mengunjungi kantor KPUD dan Panwaslu Kabupaten Kuningan

Ciremaipost – Beberapa “orang-orang gila” berpakaian compang camping dengan muka coreng moreng serta dandanan khas mereka lengkap mengunjungi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kuningan, Rabu (3/10).

“Orang-orang gila” ini bertamu dan menyampaikan aspirasi ke KPUD dan Panwaslu menyoal dugaan adanya kecurangan pada proses perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Kuningan.

Bukan sembarang “orang-orang gila” tentunya yang datang, apalagi sampai diterima langsung Ketua KPUD amupun Ketua Panwaslu. “Orang-orang gila” ini adalah para seniman muda Kuningan yang tergabung di Teater Banyu.


Ketua KPUD, Endoen Abdul Haq, membenarkan mendengar isu-isu menyoal berbagai hal di ranah Pra Pemilu. “Namun, berbagai isu tersebut tengah kami verifikasi validitasnya, apakah benar atau sekedar isu. Kalau benar, tentu kami pun akan menyerahkan pada lembaga berwenang di ranah ini, yakni Panwaslu”, tutur Endoen.

Ketua Teater Banyu, Deki Zainal, kepada wartawan memaparkan dirinya mengakui memiliki bukti-bukti dan saksi tentang adanya penyimpangan rekruitmen PPK tersebut.

Seusai berdialog dengan KPUD, rombongan Teater Banyu menuju Sekretariat Badan Panwaslu. Ketua Panwaslu, Ujang M. Abdul Azis, SPd, MM, di ruang kerjanya saat menerima “orang-orang gila” ini menyampaikan, “Panwaslu belum menerima pelaporan apapun dari pihak masyarakat ataupun yang dirugikan. Untuk dasar tindakan dan memproses suatu masalah berkenaan dengan proses-proses Pra Pemilu ini, kami memiliki dua rambu. Pertama, temuan langsung oleh panwaslu dan kedua, adanya laporan tertulis dengan dilengkapi berkas bukti kasus”.

“Dan bila ada suatu kejanggalan ataupun kecurangan dan lain-lain, kami minta disampaikan resmi. Sedangkan penyampaian aspirasi dari rekan-rekan teater banyu seperti ini, kami terima sebagai dukungan moril untuk kinerja panwaslu”, pungkasnya. Hal ini diamini oleh Ali Hanafiah SH (anggota Pokja Panwaslu) yang turut mendampingi Ketua Panwaslu saat menerima tamu “orang-orang gila” tersebut. (dan/l.hakim)

Kebijakan Kamis Tanpa Mobdin Harus Dikaji Ulang

Edi R Nugraha SH Msi
Kuningan News - Surat Edaran Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda yang menghimbau agar seluruh pejabat daerah dan juga PNS lainnya tidak menggunakan Mobil Dinas (Mobdin) khusus hari Kamis, rupanya akan sulit bertahan lama. Betapa tidak, sejak diberlakukannya kebijakan Bupati tersebut, banyak sekali PNS dan pejabat daerah yang membangkang dan tidak menghiraukan himbauan atasannya. Atas dasar itu, sejumlah pihak meminta agar kebijakan Bupati ini segera ditinjau ulang.
Seperti dikemukakan anggota Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kuningan, Edi R Nugraha SH MSi saat terlibat perbincangan dengan sejumlah awak media di ruang Subag Humas Sekretariat DPRD, Kamis (27/9). Menurutnya, pemberlakuan kebijakan hari kamis tanpa mobdin merupakan kebijakan yang sama sekali tidak populis yang justru melahirkan pembangkangan.
“Yang saya pantau hari ini saja, saya mengantongi banyak sekali PNS dan beberapa pejabat yang masih menggunakan mobil pribadi ke kantornya. Padahal, dalam surat edaran Pak Bupati itu juga tidak boleh, semuanya harus menggunakan angkutan umum. Saya kira kebijakan ini harus segera ditinjau ulang karena justru terkesan menimbulkan pembangkangan,” tutur Edi yang juga menjabat Kabag Humas DPRD Kuningan.
Dikatakan Edi,  hari ini saja, khusus di lingkup dewan dia melihat ada 11 mobil pribadi anggota dewan dan lainnya yang terparkir di sekitar gedung. Hal itu tentu saja menjadi pertanyaan besar baginya, apakah ada sanksi tertentu atau tidak kepada mereka yang menggunakan mobil pribadi.
“Menurut saya, mobil yang dibawa itu kan milik pribadi, kalau dilarang justru akan menimbulkan pelanggaran HAM. Saya juga bingung kenapa anggota dewan juga melanggar himbauan Bupati,” kata Edi.
Seperti yang terjadi saat menjelang waktu pulang kerja sekira pukul 14.00 WIB, terdapat beberapa pegawai Sekretariat DPRD yang notabene PNS keluar menggunakan kendaraan milik pribadi. Hampir dalam waktu bersamaan terdapat pula sejumlah anggota dewan yang kepergok media menggunakan mobil pribadinya keluar dari area parkir gedung dewan. (muh)

Ratusan Warga di Empat Desa Lakukan Sholat Istisqo

Kuningan News - Ratusan warga dari 4 Desa di Kecamatan Kramatmulya, yakni Desa Cilaja, Cikubangsari, Bojong dan Desa Gereba, menggelar sholat istisqo untuk memohon agar segera diturunkan hujan. Sholat tersebut dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jumat siang (28/9/2012), sekira pukul 13.30 WIB.
Pantauan Kuningan News di lapangan, sebelum dilaksanakan sholat Istisqo secara berjamaah, terlebih dahulu digelar tausiyah oleh salah seorang tokoh ulama setempat, Kyai Mamat Abdurrahmat. Dalam tausiyahnya, Mamat mengingatkan kepada jamaah agar terus berdoa kepada Allah SWT disaat musim kekeringan seperti sekarang ini.
“Kita berkumpul disini hanya untuk memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan. Melalui Sholat Istisqo ini, mudah-mudahan segala permohonan kita dapat dikabul,” terang mamat dalam Tausiyahnya.
Sementara, Ketua DKM Almuttaqin Desa Cilaja yang juga selaku imam Sholat Istisqo, Kyai Muhammad Arifin, kepada Kuningan News mengatakan, sholat Istisqo yang diikuti ratusan jamaah dari 4 desa tersebut bertujuan untuk memohon doa dan perlindungan kepada Sang Kholiq (pencipta, red) dalam mengatatasi musim kekeringan.
“Sholat Istisqo ini tidak hanya dimohonkan agar Allah menurunkan hujan hanya di wilayah Cilaja dan sekitarnya saja. Tapi permohonan melalui Istisqo ini juga kami harapkan untuk semuanya. Mudah-mudahan dapat terkabul. Insya Allah kalau hingga satu bulan ini belum juga hujan, kita akan gelar lagi Sholat Istisqo di lapangan ini. Berdoa itu kan tidak cukup sekali,” kata Arifin diamini Ketua MUI Desa Cilaja, Kyai Kusnadi. (muh)

Bus Putri Luragung Nyungsep ke Sawah


Kuningan News - Bus Putri Luragung 'Lusesa' nomor polisi E 761 Y nyungsep ke sawah di pinggir jalan raya Luragung-Cibingbin setelah sebelumnya menabrak tembok bangunan disamping bengkel motor yang berdekatan dengan SMPN 1 Luragung, Jumat pagi (10/8) sekira pukul 06.30 WIB. Insiden ini terjadi akibat pengemudi Bus, Doni (24) diduga mengantuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dari data yang dihimpun Kuningan News, kejadian itu bermula saat Doni akan membawa Bus ke grasi yang jaraknya 300 meter. Namun diduga Doni ngantuk sehingga bus yang hanya ditumpangi tiga orang awaknya itu langsung menabrak tembok bangunan baru yang ada disamping kanan (selatan) jalan Kuningan-Luragung.
Akibatnya, dinding beton tembok tersebu ambrol, sedangkan kondisi bagian depan bus hancur, bahkan ban depannya juga pecah, sehingga bagaian depan bus nyungsep kesawah.
Proses evakuasi baru berhasil dilakukan setelah memakan waktu 3 jam lebih. Arus lalu lintas kendaraan dijalan Luragung itupun menjadi terhambat oleh proses evakuasi bus nahas yang menjadi tontonan warga. Evakuasi sendiri dilakukan dengan menggunakan satu unit mobil derek. Tak ada satupun petugas Kepolisian yang mengamankan padatnya kendaraan yang akan melewati jalan tersebut.
"Kejadiannya tadi pagi, saat saya sedang mengisi angin tiba-tiba terdengar suara letusan ban pecah, ternyata itu bersuber dari mobil bus luragung yang terlihat sudah nyungsep kesawah," tutur Tagor, seorang tukang tambal ban yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara, Robet, salah seorang awak bus Putri Luragung itu mengatakan, bus datang dari Jakarta pukul 05.00 WIB setelah mengantarkan para penumpang terakhir di alun-alun Luragung. Setelah itu mobil dibawa untuk dicuci seperti biasanya. Namun dalam perjalanan pulang menuju grasi tiba-tiba menabrak tembok dipinggir jalan.
"Untung saja tidak dalam sedang berpenumpang banyak dan tidak ada kendaraan lain yang tertabrak, karena situasi jalannya tadi memang sedang lengang," kata Robet.
Doni sendiri mengakui saat mengendarai mobil itu dirinya dalam keadaan ngantuk berat setelah mengemudi dari Jakarta selama 6 jam. "Maaf mas saya tidak bisa bilang apa-apa, kepala saya lagi pusing," tuturnya singkat. (Muh)

Pedagang Pasar Desak Pemkab Perbaiki Jalan

Kuningan News - Tidak hanya di pasar Ancaran Kuningan, kondisi jalan rusak juga terjadi di Pasar Kepuh Kuningan. Saat ini jalan yang menjadi penghubung utama menuju Pasar Baru itu kondisinya rusak berat. Tak ayal, hal ini mengundang reaksi dari para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) Kuningan agar segera memperbaiki jalan tersebut.
Seperti dikatakan salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Rabu (26/9), kepada Kuningan News, dirinya meminta agar pemkab Kuningan khusunya  Dinas Bina Marga segera memperbaiki jalan yang rusak. Pasalnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lama sehingga seringkali memicu jatuhnya pengendara roda dua.
“Hampir sepanjang jalan dari pasar kepuh menuju pasar baru jalannya rusak kang. Ini sangat memprihatinkan. Saya minta kepada dinas terkait untuk segera mengambil langkah biar kami para pedagang di sini bisa nyaman,”ucapnya.
Dia mengesakan, seharusnya jalan di pasar harus benar-benar bagus dan nyaman, mengingat arus transportasi dan pejalan kaki di sana sangat padat. “Yang lebih repot kalau musim hujan Kang, sudah mah becek terus genangan airnya bau lagi. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki bagaimana jadinya? Terus kalau ada yang celaka siapa yang mau bertanggung jawab Kang?” keluhnya setengah bertanya. (ade)

Denny: Pemkab Diharapkan Perbaiki Jalan Rusak

Kondisi Jalan Kepuh Rusak Parah
Kuningan News – Berbagai keluhan dari pedagang dan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berlubang di kawasan Pasar Kepuh dan Pasar Baru, telah mengundang sejumlah keprihatinan masyarakat. Hal ini dipicu oleh seringnya terjadi kecelakaan yang dialami para pedagang dan juga pengunjung pasar. Tak sampai di situ, jika musim hujan tiba bisa dipastikan jalan akan becek dan genangan air keruh nan bau bakal muncul dimana-mana.
Menanggapi hal itu, Lurah Kuningan Denny Rosmayadi MSi, mengatakan pihaknya bersedia melanjutkan berbagai keluhan warga tersebut. Menurutnya, hal ini dilakukan agar saluran aspirasi dari masyarakat di kelurahannya dapat tersampaikan dengan baik. Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan segera memperbaiki jalan di Pasar Kepuh dan Pasar Baru Kuningan.
“Saya juga berharap demi kenyamanan para pedagang dan pengunjung pasar, agar Pemkab Kuningan khususnya Dinas Bina Marga untuk dapat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan,” ujarnya kepada Kuningan News, Kamis (27/9/2012).
Ditambahkan Deni, jalan yang rusak di wilayah kelurahan Kuningan tidak hanya terjadi di Pasar Kepuh dan Pasar Baru saja. “Ada beberapa tempat yang kondisi jalannya rusak, diantaranya di jalan Karang Anyar Gang Sambas Lingkungan Pasapen III sepanjang 300 meter. Selain itu ada juga yang rusak di jalan Al-Ikhlas lingkungan Pasapen sepanjang 500 meter,” ungkapnya. (ade)

Kecamatan Ciawi Raih Beragam Penghargaan

Kuningan News - Selama perayaan HUT Kuningan yang Ke 514 dengan berbagai kegiatan yang di gelar  seperti pameran pembangunan, pawai alegoris, dan yang lainnya, Kecamatan Ciawigebang meraih berbagai penghargaan dari pemerintah Kabupaten Kuningan. Penghargaan tersebut diterima oleh Camat Ciawi Ciawigebang Cece Mulyan S Sos.
Camat Ciawigebang, Cece Mulyana S Sos, Rabu (19/9) kepada Kuningan News mengatakan, Kecamatan Ciawigebang meraih beragam penghargaan selama perayaan HUT Kuningan yang ke 514. Diantara penghargaan yang diraih adalah  juara 1 lomba kebersihan kantor antar kecamatan se Kabupaten Kuningan, juara harapan 1 pawai alegoris, juara harapan 2 stand terbaik pada pameran pembangunan.
“Alhamdulillah kang, saya bersyukur Kecamatan Ciawigebang dapat menerima beberapa penghargaan dari Pemda Kuningan. Keberhasilan ini berkat kerja keras dan dukungan semua pihak. Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa kerja keras,” ungkap Cece.
Kedepannnya sambung Cece, penghargaan yang diraih ini akan menjadi memotivasi seluruh unsur masyarakat dan aparat, dari desa sampai kecamatan agar lebih berhasil lagi dalam menjalankan roda pemerintahan di Ciawigebang. Khususnya dapat menjaga situasi yang kondusif di lingkungan masyarakat  masing-masing.
“Saya berharap dari masyarakat maupun aparat dari Desa sampai Kecamatan  terus menjalin rasa kebersamaan, karena tanpa kebersamaan, tujuan yang diinginkan tidak mungkin tercapai,” paparnya.(ade)