Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Botani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Botani. Tampilkan semua postingan

FAO sebut perubahan iklim tantangan besar manusia

FAO sebut perubahan iklim tantangan besar manusia Kairo  - Seorang pejabat di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan di Ibu Kota Mesir, Kairo, Senin (3/10) bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia.


Pernyataan Abdessalam Ould Ahmed, Asisten Direktur Jenderal dan Wakil Regional FAI untuk Timur Dekat dan Afrika Utara, dikeluarkan selama peresmian Dialog Pre-COPP22 bagi Negara dan Liga Negara Arab mengenai Sumbangan yang Ditetapkan dan Dimaksudkan Secara Nasional (INDCs) serta Dana Iklim, di Markas Besar Liga Arab di Kairo. Pertemuan itu berlangsung selama dua hari.

"Wilayah kita, salah satu wilayah yang paling kering dan langka akan air di dunia, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim," kata Adessalam Ould Ahmed dalam pertemuan tersebut.

Kendati ada penanaman modal sangat besar di sektor pengairan pertanian, Abdessalam Ould Ahmed mengatakan ketersediaan air bersih per kepala telah turun sampai dua pertiga selama 40 tahun belakangan dan diperkirakan turun lagi sebanyak 50 persen sampai 2050.

Itu terjadi akibat pertumbuhan cepat penduduk serta tekanan atas tingkat dan kualitan pasokan air.

"Dengan temperatur yang lebih tinggi dan curah hujan lebih sedikit, wilayah ini akan sangat rentan terhadap kemerosotan lahan dan penggurunan," kata Ahmed, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia menambahkan pertemuan itu adalah bagian dari serangkaian konsultasi yang digagas oleh FAO melalui kerja sama dengan Liga Negara Arab (LAS), Uni Maghrib Arab (UMA), dan Pemerintah Mesir serta Marokko.

Tujuannya untuk lebih memahami visi semua negara dan janji untuk menangani perubahan iklim sebab semuanya berkaitan dengan keamanan pangan serta pertanian.

"Pertemuan di LAS itu dijadwalkan secara khusus membahas masalah yang berkaitan dengan pertanian dan daerah prioritas tempat FAO dapat membantu semua negara di wilayah ini untuk memperkuat kemampuan penyesuain diri mereka pada perubahan iklim," katanya.

Pejabat PBB tersebut mengatakan secara keseluruh perubahan iklim akan mengurangi ketersediaan pangana akibat dampaknya pada produksi pertanian. Ia menambahkan itu akan mempengaruhi akses ke pangan akibat dampak negatifnya pada penghasilan penduduk desa dan pada kemiskinan.

"Itu akan berdampak pada pemanfaatan pangana sebab air yang berkurang di daerah pedesaan berarti resiko lebih besar bagi pencemaran air," katanya.

Perubahan iklim tampaknya akan meningkatkan ketergantungan wilayah tersebut pada import serta ketidak-stabilan produksi lokal akibat makin seringnya peristiwa kemarau, katanya.

"Bukti dari studi di seluruh dunia menunjukkan semua negara yang mengejar penanganan sumber daya air yang berkelanjutan dan strategi pertanian lebih mampu dalam meredam dampak perubahan iklim," kata Abdessalam Ould Ahmed.

Ia menekankan kesalahan dalam penanganan sumber daya alam dan perubahan iklim tampaknya akan meningkatkan ketidak-stabilan dan krisis yang berlarut-larut.

"Penting bagi wilayah ini untuk menerapkan sekarang agenda perubahan menyeluruh untuk secara tegas menempatkan sektor air dan pertanian di jalur kesinambungan dan menyesuaikan diri dengan dampak yang mungkin muncul akibat perubahan iklim," katanya.

Abdessalam Ould Ahmed mengatakan, "Takkan ada peningkatan keamanan pangan dan tak ada pengentasan orang miskin di wilayah kita tanpa penyesuaian diri dengan perubahan iklim dan sebaliknya."

Manfaat Ganda Aquaponic, Seni Berkebun Sambil Beternak Ikan

Ilustrasi aquaponics
Buat Anda yang belum akrab dengan istilah ini, aquaponics merupakan campuran antara budidaya ikan atau peternakan ikan dan hidroponik atau budi daya tanaman dengan sedikit tanah dalam sistem tertutup yang berkelanjutan.
Aquaponics sama tuanya dengan alam itu sendiri. Menurut Sylvia Bernstein, penulis cara berkebun aquaponic di rumah, "Aquaponics benar-benar merupakan sistem sirkulasi lahan basah, sehingga sistem itu berjalan tepat di tepi danau kami,"
Ia bercocok tanam tanpa tanah, menggunakan pupuk kimia yang larut dalam air, sebelum mengetahui ia bisa menggunakan air limbah dari ikan untuk menanam sayuran dan buah-buahan organik.
"Jujur, saya sangat skeptis dan sangat tidak percaya bahwa sesuatu yang sederhana, seperti limbah ikan, bisa menjadi pupuk yang lengkap. Jadi saya harus benar-benar melihat sistemnya dulu di ruang bawah tanah rumah teman. Tapi ketika saya sudah melihatnya, hal itu mengubah hidup saya," paparnya.
Itu terjadi tiga tahun lalu. Bernstein membangun sistem aquaponics pertamanya bersama anaknya yang berusia 15 tahun pada bantalan beton di luar rumahnya di Boulder, Colorado. Dalam rumah kacanya kini, ia terutama berternak ikan nila dan ikan forel - memberi mereka makan sekali sehari. Tidak ada rumput liar pada kebun aquaponicsnya, dan ia tidak perlu khawatir soal penyiraman. Tanaman tumbuh dalam wadah-wadah setinggi meja supaya mudah diurus.
Bernstein menuturkan lagi, "Baru saja, pagi ini, saya mencabut empat lobak dan sejumlah daun selada untuk makan siang. Dalam rumah kaca saya sekarang ini, saya menanam segala macam tanaman bumbu, tomat, dan paprika."
Menurut Berstein, semakin banyak orang di Amerika maupun di seluruh dunia berkebun aquaponics, dan menikmati hasilnya: pasokan makanan yang sehat, aman dan lezat sepanjang tahun. Internet membantu banyak orang yang berkebun aquaponic saling terhubung dan belajar.
James Godsil, yang ikut mendirikan Sweet Water Organic, kebun aquaponics komersial di Milwaukee, Wisconsin, tiga tahun lalu, mengatakan, "Aquaponics paling pas bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.”
Tahun 2010 ia membantu mendirikan yayasan untuk mempromosikan cara baru dalam berkebun itu.  "Yayasan Sweet Water didedikasikan untuk demokratisasi dan globalisasi informasi dan metodologi yang diperlukan dalam memajukan sistem produksi pangan, yang sangat ramah lingkungan ini, yang hanya menggunakan sekitar 10 persen air dari pertanian biasa, dan tidak menggunakan pestisida. Serba alami," papar Godsil lagi.
Menurut Godsil, kelebihan-kelebihan itu telah menjadi insentif dahsyat bagi orang-orang dari semua lapisan masyarakat yang sedang mempertimbangkan karir dalam aquaponics.
"Yayasan Sweet Water mungkin telah memiliki 500 pendukung, termasuk siswa-siswa sekolah, komunitas pensiunan insinyur, profesional, tokoh-tokoh sosial, guru dan seniman. Ada begitu banyak dewasa muda yang akan pensiun dan mencoba karier lain untuk 20 tahun ke depan," tambahnya.
Melalui kerjasama dan proyek bersama, Godsil membawa inspirasi itu ke luar perbatasan wilayah Amerika.
Ia mengatakan, "Saya diminta pergi ke Venezuela Maret ini. Saya bekerja sama dengan orang-orang yang punya proyek di Ekuador. Saya bekerja dengan orang-orang di Kongo, Uganda dan Tanzania."
Subra Mukherjee adalah sekretaris kelompok swasta di Kolkata, India. 
Godsil menambahkan, "Kami sudah membentuk inisiatif aquaponics Indo-Amerika ini, dan kami bertujuan menjadikan aquaponics salah satu kegiatan ekonomi yang tumbuh paling cepat di India dalam 10 tahun."
Kelompok swasta itu bernama Masyarakat Teknologi Tepat Guna untuk Agribisnis Pedesaan, yang bermitra dengan Yayasan Sweet Water mengupayakan inisiatif tersebut di India.
Mukherjee menuturkan, “Kami bekerja di lokasi yang disebut Sunderbans, terletak di Bengali Barat. Masyarakat di sini sangat miskin dan kondisi tanahnya membuat tanaman tidak tumbuh. Jadi, saya yakin, teknologi seperti aquaponics ideal untuk situasi-situasi ini. Kita betul-betul bisa melakukannya di tengah-tengah wilayah kumuh di kota-kota. Jadi, ini contoh yang sangat baik bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan.”
Para advokat mengatakan, dengan naiknya harga bahan bakar dan pupuk, sementara pasokan air irigasi berkurang, aquaponics memberi alternatif berkelanjutan yang bisa membantu memberi makan penduduk dunia yang jumlahnya terus bertambah.
| sumber: republika

Indonesia Punya 5.000 Spesies Anggrek

Yogyakarta - Indonesia memiliki kekayaan anggrek alam sangat melimpah karena sekitar 5.000 dari 20.000 spesies di seluruh dunia ada di negeri ini, kata peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ari Indrianto.

"Biodiversitas Indonesia yang tinggi itu memungkinkan untuk mengeksplorasi seluas-luasnya. Saat ini masih banyak anggrek lokal yang berpotensi besar tetapi belum tereksplorasi," kata Kepala Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM itu di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, variasi anggrek dapat dihasilkan dari persilangan membentuk anggrek hibrida. Persilangan itu memungkinkan penganggrek memadukan dan menghimpun sifat unggul dari dua tanaman atau lebih ke dalam suatu tanaman anggrek sehingga diperoleh anggrek baru yang unik.

"Di Indonesia kepedulian masyarakat terhadap budi daya anggrek masih rendah sehingga untuk kebutuhan perdagangan, masyarakat cenderung mengambil secara liar dari alam. Hal itu menyebabkan penurunan populasi anggrek di alam dan mengancam kelestariannya," katanya.

Ia mengatakan, kondisi itu memprihatinkan sehingga upaya penyediaan bibit dari hasil budi daya harus diprioritaskan.
 

Namun, katanya, budi daya anggrek secara konvensional hanya menghasilkan bibit yang sedikit dalam waktu yang lama.

"Penyediaan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat dapat dilakukan dengan menggunakan teknik kultur `in vitro`. Namun, penyelenggaraan teknik `in vitro` memerlukan sarana dan prasarana khusus sehingga tidak semua orang dapat melakukannya," katanya.

(B015*H010/M029)
 

Editor: Jafar M Sidik  (ANTARA News)

Unsur Seumur Jagung 113 Berhasil Diciptakan

Proses terurainya unsur 113. Unsur terurai secara bertahap melepaskan partikel alfa yang terdiri dari 2 proton dan 2 neutron hingga akhirnya menjadi unsur 101 atau Mendelevium.

TOKYO, KOMPAS.com - Ilmuwan Jepang akhirnya berhasil menciptakan unsur buatan 113, salah satu unsur yang 'hilang' dalam Tabel Periodik Unsur.


Unsur 113 adalah atom dengan 113 proton di inti atomnya. Unsur ini harus dibuat di laboratorium sebab tak pernah ditemukan keberadannya di alam. Unsur ini hanyalah salah satu unsur buatan yang berhasil diciptakan ilmuwan.



Sebelumnya, unsur ini sangat sulit diciptakan. Namun, pada Rabu (26/9/2012), tim ilmuwan dari RIKEN Nishina Center for Accelerator-Based Science di Jepang menyatakan kesuksesan membuat unsur ini. 



Pada percobaan tanggal 12 agustus 2012, unsur yang tidak stabil tersebut terbentuk dan segera terurai, meninggalkan data yang kemudian digunakan ilmuwan sebagai dasar penentu keberhasilannya.



"Selama 9 tahun, kami telah mencoba mencari data yang secara kuat membuktikan unsur 113, dan sekarang pada akhirnya kita memilikinya. Ini seperti beban berat akhirnya diangkat dari pundak kita," kata Kosuke Morita, pimpinan tim peneliti.



Jika keberhasilan ini nantinya bisa dikonfirmasi, maka ini akan menjadi prestasi Asia pertama menciptakan unsur buatan baru. Sebelumnya, hanya ilmuwan Amerika Serikat, Rusia dan Jerman yang berhasil.



"Tantangan kami berikutnya, kami akan mencari elemen 119 dan yang di atasnya," ungkap Morita seperti dikutip Livescience.



Ilmuwan saat ini sedang terus mencoba menciptakan atom yang lebih besar. Ilmuwan bertanya-tanya tentang batas ukuran terbesar suatu atom.



Unsur buatan pertama berhasil dibuat tahun 1940. Selanjutnya, sudah 20 unsur buatan yang berhasil diciptakan. Seluruh unsur buatan bersifat tidak stabil, paling lama hanya berumur beberapa detik.



Untuk menciptakan unsur 113, Morita menumbukkan inti atom Seng (dengan 30 proton) pada lapisan tipis Timah Wurung (terdiri dari 83 proton). Begitu tercipta, unsur 113 langsung terurai dengan melepaskan partikel alfa yang memiliki 2 proton dan neutron. Proses penguraian terjadi 6 kali, mengubah unsur 113 menjadi unsur 111, 109, 107, 105, 103 dan akhirnya 101 atau Mendelevium.



Sebelumnya, Morita dan rekannya telah mencoba menciptakan unsur 113 pada tahun 2004 dan 2005. Namun, jejak penguraian unsur tersebut tidak lengkap sehingga terciptanya unsur 113 tak bisa dikonfirmasi. Kini, keberhasilan mereka berhasil dibuktikan.

Sumber :
Editor :
yunan