Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Zoologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zoologi. Tampilkan semua postingan

Ilustrasi ekosistem air tawar (ANTARA/Anang Budiono)


VancouveR (ANTARA News) - Penelitian di Kanada menemukan bahwa emisi gas karbon meningkat ketika predator di puncak rantai makanan menghilang.

Studi yang dipimpin oleh beberapa peneliti dari University of British Columbia itu bertujuan mengukur peran yang dimainkan predator dalam pengaturan buangan gas pencemar.

Para peneliti mendapati bahwa ketika predator hilang, timbullah konsekuensi yang signifikan di sebuah ekosistem.

Di dalam studi tersebut, para peneliti menghilangkan semua predator dari tiga ekosistem air tawar yang terkendali di Kanada dan Costa Rica.

Hasilnya? Terdapat peningkatan hingga 93 persen gas karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan ekosistem air tawar tersebut. 

Hewan pemangsa adalah hewan lebih besar pada puncak rantai makanan dan makanan mereka terdiri atas semua hewan lebih kecil serta tanaman di dalam ekosistem, baik langsung maupun tidak.

Hasilnya ialah jumlah predator di dalam sebuah ekosistem mengatur jumlah semua tanaman dan hewan di posisi lebih rendah dalam rantai makanan.

Tanaman dan hewan lebih kecil itulah yang memainkan peran besar dalam mengikat atau mengeluarkan karbon.

"Kami tahu predator membentuk ekosistem dengan mempengaruhi berlimpahnya hewan dan tanaman lain, tapi sekarang kami mengetahui dampak mereka membentang sampai jauh ke tingkat biokimiawi," kata Trisha Atwood, penulis utama studi tersebut.

Namun, "hewan pemangsa mulai hilang dari ekosistem kita dengan jumlah yang mengkhawatirkan akibat perburuan, penangkapan ikan dan perubahan yang ditimbulkan oleh manusia pada habitat mereka, sehingga dapat menimbulkan dampak besar pada perubahan iklim".

"Manusia memainkan peran besar pada kemerosotan jumlah predator dan studi kami memperlihatkan ini memiliki dampak global yang penting bagi perubahan iklim dan gas rumah kaca," kata Atwood.
(C003)

10 Jenis Laba-Laba dan Kemampuannya

Laba-laba, di antara hewan predator lainnya adalah spesies yang terbilang angat sukses dalam kerajaan binatang, hal ini dimungkinkan dengan kekuatan dan keahlian serbaguna yang mereka miliki, kaki mereka dirancang agar dapat melalui medan apapun, taring mereka bak racun korosif, dan mereka bisa mengeluarkan zat perekat yang bahkan 25 kali lebih kuat dari baja
Mungkin anda akan berfikir bahwa laba-laba tidak membutuhkan hal-hal lain untuk hidup dengan apa yang telah mereka miliki, namun laba – laba memperlihatkan spesialisasi lain yang tidak biasa..berikut ini 10 daftar kekuatan super dari laba-laba
1. Mimikri semut

Yang cukup menarik, ada ratusan spesies laba-laba – kebanyakan dari adalah laba – laba pelompat – yang sangat mirip semut. Ya, itu adalah laba-laba pada gambar di atas.
Beberapa arachnida menggunakan penyamaran ini untuk berburu serangga yang tidak takut semut, atau untuk melindungi diri dari predator pemangsa laba-laba. Lainnya, tentu saja, mungkin memangsa semut itu sendiri, seperti serigala berbulu domba.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
2. Raja Kamuflase 

Beberapa spesies bisa membuat jaring yang mirip sutera, dan mangsa-mangsa lama bisa disimpan dengan balutan seperti mummy dalam jangka waktu lama, warna jaring yang mirip warna mereka menciptakan kamuflase lain bagi laba-laba..Hal ini berguna untuk membingungkan predator terbang seperti capung, lalat perampok atau burung kecil yang mungkin mencoba untuk menukik demi memangsa laba-laba lezat dari sarangnya.


3. Kotoran palsu

Celaenia excavata bukan laba-laba yang hanya menyamarkan diri sebagai segumpal kotoran burung, tapi jelas ini adalah penyamaran paling meyakinkan.
Tidak hanya tubuh laba-laba berwarna persis seperti kotoran burung (lengkap dengan tempat mirip benih) Namun duduk di atas sebuah “splatter” sangat meyakinkan dibuat dari sutranya sendiri. Itu penyamaran yang sempurna untuk laba-laba, karena itu sangat tidak menggugah selera bagi laba-laba predator lainnya tapi tampak menggoda bagi seekor lalat.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
4. Koloni Jaring Super

Kebanyakan laba-laba bersifat agresif soliter, yang mengancam hewan lain bahkan spesies mereka sendiri jika mereka mencoba merebut makanan di daerahnya. namun beberapa spesies, sangat sosial dan dapat membangun kekaisaran laba-laba yang luar biasa, sistem web kompleks bersama ribuan laba-laba lain.
Salah satu laba-laba tersebut adalah Eduador’s Theridion nigroannulatum,laba-laba dalam kelompok besar, menggantung ratusan helai sutra ke tanah. Dan jika seranggga berukuran besar mampir dan terjebak dalam sarang besar mereka ratusan bahkan ribuan laba-laba akan bahu membahu membungkusnya dan melumpuhkannya untuk disimpan sebagai setok bersama (ini tidak bisa dilakukan spiderman)
5. Laba – Laba Penerbang

Laba-laba yang baru menetas dan berukuran kecil dapat melakukan perjalanan ratusan bahkan ribuan mil dalam istilah yang biasa di sebut ballooning, jaring laba-laba khusus yang disebut “gossamer” dibuat agar bisa dengan mudah terbang oleh angin, berbentuk segitiga piramid, jaring ini bisa berminggu-minggu berada di udara sehingga memungkinkan laba-laba untuk menjelajah pulau-pulau lain yang terpisah lautan atau samudera .. (ini tidak bisa dilakukan spiderman)
6. Jaring tangan mini

Species laba-laba “Ogre Faced” atau “Net casting” adalah laba-laba yang menghasilkan Deinopidae, dengan tergantung terbalik dia membuat jaring kecil diantara dua kaki depannya untuk mereka gunakan menjangkau atau meraup serangga lain yang lewat
Sutra khusus ini bersih dan tidak lengket, tapi begitu mangsanya berusaha kabur, jaring itu langsung menjerat rambut dan sendi serangga seperti velcro, yang memungkinkan laba-laba untuk menjebak serangga yang cukup besar dan kuat dengan hanya sejumlah kecil dari sutra.
7. Jebakan Bunga

banyak laba-laba yang berada di taman-taman membuat sarang tipis dengan pola yang berbeda, tujuan dari hal ini telah lama jadi perdebatan, Sekarang kita tahu bahwa hal ini adalah jaring khusus yang reflektif terhadap sinar ultra-violet yang menciptakan pola – pola khusus yang digunakan oleh bunga untuk menarik serangga penyerbuk ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
8. Pesona Mematikan

Yang aneh lagi dari laba-laba bola atau mastophorea, yang menggunakan jerat mereka dengan cara yang beda dengan arakhnida lainnya, yaitu mengeluarkan jaring yang digumpalkan mirip bola lalu diulur dengan tali plus ditambah umpan (mirip orang mancing)
Setiap laba-laba bola mengeluarkan feromon yang bisa menarik ngengat jantan yang sedang mencari pasangan di musim kawin, sehingga ngengat jantan mendekat dan terjerat dalam umpan tersebut..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
9. Laba – Laba Penyelam

Argyroneta aquatica adalah salah satu laba-laba sejati yang dapat ditemukan di dalam air, ia mendapat nama “Laba-laba Penyelam.” tubuhnya yang berbulu halus adalah sebagai perangkat yang memungkinkan udara terus menempel padanya saat menyelam, sehingga laba-laba ini bisa keluar masuk air
jaringnya yang tersusun mirip seperti kapal selam buatan manusia, yang menjadi tempat bagi sang betina membesarkan anaknya dan mengkonsumsi mangsanya ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
10. Laba – Laba Penembak

Hampir semua laba-laba membuat sutera dari organ yang disebut pemintal di ujung perut, dan harus mampu menyentuh sesuatu untuk membungkusnya dalam anyaman. Tidak demikian untuk genus Scytodes, laba-laba tukang meludah, yang memiliki kelenjar sutra tambahan terhubung ke mulut mereka. Perlahan-lahan merayap mendekati serangga lain yang tidak curiga, lalu meludah menyemprotkan aliran jaring yang dicampur dengan racun .

'Monster' Air Tawar

Mungkin sebagian dari kita hanya mengetahui ikan piranha sebagai ikan air tawar yang paling mengerikan, namun ternyata masih banyak ikan air tawar lainnya yang secara fisik sangat unik dan menyeramkan. Berikut ini beberapa ikan dengan bentuk fisik unik yang pernah ditemukan di berbagai negara.
1. African Lungfish
Makhluk sungai yang cukup aneh menurut admin. Bagi orang yang belum pernah melihatnya, pasti akan mengira makhluk ini sebagai monster karena bentuknya yang menyeramkan.

Namun, meskipun bentuknya mengerikan, hewan ini sama sekali tidak berbahaya. Ikan ini beradaptasi dengan lingkungannya yang kurang oksigen, sehingga membuat ikan ini jarang terlihat oleh manusia.

2. Goliath Tigerfish
Mendengar namanya saja, kita sudah tahu jika makhluk ini bukan makhluk sembarangan. Dengan panjang mencapai 1,5 meter lebih dan gigi yang tajam, tentu banyak orang yang takut dengan tampang seram ikan ini.
Goliath Tigerfish merupakan varian terbesar dalam keluarga Tigerfish, dan merupakan predator yang hebat. Ikan ini terkenal akan kekuatan dan kecepatannya.

3. Vampire Piranha
Piranha Vampir merupakan kerabat dekat dari ikan piranha yang terkenal dari sungai Amazon. Ikan ini dinamakan vampir piranha karena gigi taringnya yang dapat mencapai 6 inci. Ikan piranha yang jarang diketahui ini hidup di sungai Orinoco, Venezuela.

4. Mekong Giant Catfish

Pasti sebagian besar pembaca sudah mengetahui ikan yang satu ini. Ikan yang hampir mirip dengan hiu paus ini merupakan ikan air tawar terbesar yang pernah ditemukan dan berasal dari China. Ukuran terbesarnya lebih mendekati paus ketimbang ikan air tawar pada umumnya.

5. Bagarius Yarelli
Dikenal juga sebagai “Yeti dari sungai” atau Ikan lele pemakan daging. Ikan ini mempunyai gigi – gigi tajam dengan panjang mencapai 1 inci. Bahkan, ikan yang habitatnya tersebar di beberapa negara di Asia ini dikatakan suka memakan daging manusia, walaupun masih sebatas rumor.

6. Alligator Gar
Makhluk sungai yang satu ini tampak seperti perpaduan antara alligator dengan ikan. Hewan yang hidup di Amerika Utara ini jarang berburu mangsa, namun menunggu mangsa yang lewat di depan mulutnya, kemudian ia menerkamnya dengan kecepatan yang luar biasa.

7. Pirarucu
Sekilas Pirarucu mirip sekali dengan ikan arwana yang terkenal di Indonesia, ikan ini pun memiliki kesamaan dengan ikan arwana, yaitu sama – sama suka melompat ke udara untuk berburu maupun menghirup udara.
Ikan ini sejatinya tidak berbahaya, namun jika merasa terancam, ia akan menggunakan kepalanya untuk senjata pertahanan diri.

8. Chinese Paddle Fish

Ikan yang berasal dari China ini memang unik. Banyak orang yang mengatakan jika ikan ini adalah ikan dengan wajah terburuk di dunia. Meskipun mendapat julukan sebagai Raja Sungai Yangtze, namun ikan ini diduga telah punah.

9. Piraiba Catfish
Ikan yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 272 kg ini membuat takut sebagian besar pemancing. Ikan ini terkenal akan kekuatannya, bahkan ikan ini dikatakan mampu membuat seorang manusia tenggelam karena kekuatannya.
Banyak rumor yang beredar jika penyebab pemancing–pemancing yang hilang ketika memancing di sungai adalah karena diseret oleh ikan ini kedalam sungai hingga tenggelam.

Parah! Capung di Indonesia Terancam Punah

Kini 700 jenis capung di Indonesia, dan 136 jenis di antaranya bisa ditemukan di pulau Jawa
terancam punah

World Dragonflies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris mencatat, capung di Indonesia terancam punah.

Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit mengemukakan, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB yang menyebutkan kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan. Menurutnya, kehidupan capung sangat tergantung pada kondisi air.

"Di beberapa daerah yang terdapat air, sudah banyak tidak ditemukan capung. Di Malang, capung tidak ditemukan di Talun atau sepanjang Sungai Brantas,” kata Sigit.

Sebenarnya, capung sudah akrab dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Terbukti capung memiliki nama berbeda di setiap daerah. Orang Sunda menyebutnya papatong, di Jawa dikenal kinjeng, coblang, gantrung, atau kutrik. Orang Banjar mengenal kasasiur, dan di Flores disebut tojo.

Meski banyak istilah untuk menyebut hewan ini, ternyata tidak banyak buku tentang capung untuk lebih mengakrabkan hewan pemakan jentik nyamuk dan hama di sawah.

Berdasar catatan IDS, hinggga kini hanya dua buku karya orang Indonesia yang membahas tentang capung,  yitu ‘Mengenal Capung’ karya Shanti Susanti terbitan Puslitbang Biologi-LIPI tahun 1998, dan kumpulan esai berjudul ‘Capung Teman Kita’ yang diterbitkan Pelestarian Pusaka Indonesia pada 2011 lalu.

“Ahli serangga di Indonesia sudah sangat banyak, tapi tidak ada yang mengambil spesifikasi pada capung. Bahkan anak-anak sekolah saja, banyak yang tidak tahu capung,” tambahnya.

Mengungkap proses evolusi vertebrata

Lamprey


FAIRBANKS,
- Ilmuwan dari Universitas Alaska di Fairbanks berhasil mengungkap proses evolusi atau asal usul vertebrata, termasuk manusia, hingga bisa memiliki kemampuan bernafas. 

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Neuroscience pada Rabu (17/10/2012) hari ini di New Orleans, Amerika Serikat. 

Michael Harris, pimpinan tim peneliti, mengungkapkan, "Untuk bernafas dengan paru-paru, Anda butuh lebih dari sekedar paru-paru. Anda perlu jejaring saraf yang peka terhadap karbon dioksida."

Menurut Harris, jejaring saraf itulah yang membuat manusia atau golongan vertebrata lain mampu menghirup oksigen yang kemudian diubah oleh sel menjadi energi serta mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme.

Proses evolusi kemampuan bernafas manusia dan vertebrata lain tak lepas dari perkembangan jejaring saraf yang peka karbon dioksida, yang oleh Harris disebut "generator irama".

Dalam penelitiannya, Harris mencoba mencari asal usul generator irama tersebut. Ia meyakini, kemampuan bernafas tidak berasal dari hewan yang sudah punya paru-paru tetapi yang memiliki generator irama.

"Kami mencoba meneliti contoh hidup hewan yang tak bernafas, seperti lamprey dan mencoba melihat bukti generator iramna yang bisa melakukan aktivitas selain pernafasan," kata Harris seperti dikutip Science Daily, Selasa (16/10/2012).

Lamprey merupakan jenis ikan primitif. Fauna itu tak punya paru-paru dan tak bernafas dengan mekanisme yang sama dengan vertebrata. Sebagai larva, lamprey hidup di lumpur. Sementara, oksigen dan makanan didapatkan dengan memompa air ke tubuhnya. Lamprey punya perilaku mirip batuk pada untuk membersihkan diri dari lumpur. Perilaku ini dikendalikan oleh pusat generator irama di otak.

"Kami berpikir bahwa perilaku batuk pada lamprey mirip dengan pernafasan pada amfibi," kata Harris.

"Ketika kami mengambil otak lamprey dan mengukur aktivitas saraf yterkait pernafasan, kami menemukan pola yang menunjukkan aktivitas pernafasan dan generator irama yang sensitif dengan karbon dioksida," sambung Harris.

Evolusi berjalan hingga kemampuan bernafas kemudian dimiliki oleh ikan. Dalam perkembangannya, terjadi evolusi yang memunculkan hewan darat, meliputi amfibi, reptil dan mamalia. Kemampuan bernafas pun terus berevolusi sesuai lingkungan yang dihadapi. Kemampuan bernafas manusia saat ini tidak terlepas dari proses panjang di belakangnya.

Sumber: Kompas

Katak Endemik India Metamorfosis Di Dalam Telur

Raorchestes kakachi, (a) jantan dan (b) betina.

GHATS BARAT, - Spesies katak baru ditemukan di hutan hujan di Ghats Barat, India. Katak ini diberi nama Shrub Kakachi (Raorcgestes kakachi). Dalam publikasi penemuan di jurnal Zootaxa, dijelaskan bahwa katak ini adalah katak endemik di wilayah tersebut.

Raorchestes kakachi adalah katak berukuran mungil. Panjang pejantan spesies ini tak lebih dari jari manusia, hanya sekitar 2,5 cm. Sementara, betina jenis ini hanya sepanjang 3,5 cm.
Spesies ini memiliki keunikan dibandingkan katak lain. Raorcgestes kakachi tidak mengalami fase berudu. Metamorfosis berlangsung di dalam telur katak. Jadi, bisa dikatakan bahwa begitu menetas, katak langsung dewasa.

Jenis ini adalah spesies amfibi ke 183 yang dideskripsikan dari wilayah Ghats Barat. Sejumlah spesies baru amfibi terus ditemukan di wilayah tersebut, menunjukkan keragaman amfibi di India.
Namun, ada ironi di balik keragaman itu. Kadaba Shamanna Seshadri, pakar ekologi dari Suri Sehgal Centre for Biodiversity and Conservation di Ashoka Trust for Research in Ecology and the Environment, mengatakan bahwa banyak katak di India yang terancam habitatnya.
"Setiap tahun lebih dari 10 spesies baru katak telah ditemukan di India. Paradoksnya, populasi amfibi terus mengalami penurunan di seluruh dunia," kata Seshadari seperti dikutip Mongabay, Jumat (7/9/2012).

"Kita mungkin akan dengan mudah kehilangan spesies yang tidak pernah diketahui keberadaannya. Dalam hal ini, pengetahuan ekologi dan kemauan untuk melestarikan spesies tersebut kurang. Sangat penting untuk mendorong penelitian ke arah itu," imbuhnya.

sumber: kompas

Macan Tutul Berhasil Dilumpukan

Macan tutul ditemukan di pemukiman warga desa Kalapa Gunung, Kramat Mulya, Kuningan - Jawa Barat
Kuningan - Hampir selama 7 jam sejak terperangkap di kandang ayam milik warga Desa Kalapagunung, Kecamatan Kramatmulya, seekor macan tutul yang diduga berasal dari hutan kawasan Gunung Ciremai akhirnya berhasil ditangkap petugas, Selasa (16/10/2012) siang pukul 13.00 WIB.
Dengan peralatan suntik bius, petugas yang didatangkan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat, dibantu aparat kepolisian berhasil mengeluarkan macan tutul tersebut dari kandang ayam dan dimasukan ke dalam kerangkeng untuk kemudian dibawa ke Mapolres Kuningan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jawa BaratDrs Rajendra Supriadi kepada puluhan wartawan mengatakan, pihaknya akan membawa satwa liar tersebut ke balai konservasi satwa di Garut. Hal itu penting dilakukan mengingat keberadaan satwa jenis macan tutul ini dilindungi undang-undang.
“Kita lihat saja nanti apakah akan dikembalikan lagi ke hutan atau seperti apa. Yang jelas satwa ini dilindungi dan akan menjalani rehabilitasi di balai konservasi satwa yang ada di Garut,” kata Rajendra.
Diungkapkannya, baru kali ini pihaknya mengetahui jika ada satwa berjenis macan tutul masuk pemukiman warga di wilayah perkotaan, sehingga dirinya pun sedikit curiga jika satwa tersebut merupakan hewan peliharaan.
“Sudah banyak kami menangkap satwa dalam keadaan mati yang lari dari hutan dan berada di wilayah pemukiman warga. Tapi biasanya pemukiman warganya juga berada di wilayah dekat kaki gunung. Kalau disini (Desa Kalapagunung, red) kan di kota. Tapi saya belum bisa menyimpulkan karena itu bukan kewenangan kami, ada petugas Gunung Ciremai disini,” ungkap Rajendra. (muh)

The Great Barrier Reef kehilangan lebih dari separuh karang

Bintang laut bermahkota duri (crown of thorns starfish) menjadi penyebab utama kerusakan karang Great Barrier Reef. (AIMS/handout
Jakarta (ANTARA News) - The Great Barrier Reef di Australia kehilangan lebih dari separuh karang penutupnya dalam 27 tahun terakhir, demikian menurut hasil studi the Australian Institute of Marine Science (AIMS) yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences,Selasa.

Hasil riset peneliti AIMS di Townsville dan the University of Wollongong itu menunjukkan bahwa pengurangan karang penutup pada sistem terumbu karang terbesar di dunia itu antara lain terjadi karena rusak akibat badai (48 persen), serangan bintang laut berduri (42 persen) dan pemutihan (10 persen).

Menurut peneliti AIMS dan pencetus program tersebut, Dr Peter Doherty, jika kecenderungan seperti itu terus berlanjut maka karang penutup Great Barrier Reef bisa berkurang separuh lagi pada 2022.

"Yang menarik, pola pengurangannya bervariasi di setiap kawasan. Di bagian utara karang penutup relatif stabil, sementara di bagian selatan kami melihat pengurangan karang dramatis, khususnya selama dekade terakhir saat badai menghancurkan banyak terumbu karang," kata Doherty di laman resmi AIMS.

Hasil studi secara jelas menunjukkan bahwa tiga faktor utama yang bertanggungjawab atas pengurangan karang Great Barrier Reef adalah siklon tropis merusak kawasan tengah dan selatan, peledakan populasi bintang laut berduri pemangsa karang di sepanjang Reef dan pemutihan karang di bagian tengah dan utara.

"Data kami menunjukkan bahwa terumbu bisa mengembalikan penutup karang setelah gangguan semacam itu, tapi pemulihannya butuh waktu 10 tahun sampai 20 tahun. Saat ini, interval diantara gangguan terlalu singkat untuk pemulihan penuh dan ini menyebabkan pengurangan jangka panjang," kata Dr. Hugh Sweatman, salah satu penulis studi.

Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan laju kerusakan karang Great Barrier Reef yang mulai meningkat sejak 2006 tersebut, menurut CEO AIMS John Gunn, antara lain mengendalikan populasi bintang laut pemakan karang.

"Kita tidak bisa menghentikan badai, tapi mungkin kita bisa menghentikan bintang laut. Jika kita bisa, karang akan punya lebih banyak kesempatan untuk beradaptasi untuk menghadapi kenaikan suhu dan tingkat keasaman air laut," kata John Gunn.

Hasil penelitian menunjukkan, ketiadaan bintang laut pemangsa karang akan meningkatkan jumlah karang penutup sampai 0,89 persen per tahun.

Doherty mengakatan AIMS akan menggandakan usaha untuk memahami siklus hidup bintang laut dengan mahkota berduri supaya bisa melakukan tindakan yang tepat untuk mengendalikan ledakan populasinya.

"Sudah jelas bahwa faktor yang terpenting adalah kualitas air dan kami berencana mengeksplorasi pilihan-pilihan untuk melakukan intervensi pada hama alami ini," katanya.

Penelitian tentang pengurangan populasi karang Great Barrier Reef dilakukan dengan mengamati lebih dari 100 terumbu karang pada 1985 dan sejak tahun 1993 memadukannya dengan survei yang lebih teliti pada 47 terumbu karang. Untuk melakukan penelitian berbiaya 50 juta dolar AS, para peneliti menghabiskan lebih dari 2.700 hari di laut.

(*)
Editor: Maryati