Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Pria Kurus Ingin Punya Otot? Ikuti Saran Ini!

KOMPAS.com - Banyak pria menafsirkan kejantanan dengan lekukan otot-otot pada tubuhnya. Tetapi bagi pria bertubuh kurus, ajang kebanggaan ini sulit diraih mengingat potensi tubuhnya jauh dari postur para atlet.

Meski demikian, pria bertubuh kurus jangan keburu patah semangat gara-gara mereka takkan bisa memiliki otot dan postur yang besar. Menurut  seorang pelatih kebugaran dan ahli nutrisi, Ben Greenfield,  pria kurus justru memiliki keuntungan karena tubuhnya memiliki kadar lemak yang rendah secara alamiah. Ini adalah suatu kelebihan, mengingat otot mereka akan terlihat lebih menarik ketimbang otot orang yang bertubuh besar. 

Agar pria bertubuh kurus tampak lebih berisi dan berotot, berikut adalah tujuh saran yang disampaikan Ben berdasarkan pengalamannya :

1. Lebih sering angkat beban

Untuk menumbuhkan otot, biasakan secara rutin satu minggu sekali latihan angkat beban. Namun, otot pada orang kurus memang lebih sulit muncul pada awalnya. Orang kurus membutuhkan 4 -6 kali latihan untuk membentuk otot. Anda bisa mendapatkan hasil lebih cepat jika mengangkat beban dua kali sehari. Namun, jika Anda melakukannya maka perlu waktu seharian untuk pemulihan. 

Untuk pria berpostur kurus, latihan angkat beban bisa menggunakan satu sesi/periode yang umum untuk melatih dada dan punggung pada hari pertama. Hari kedua dilanjutkan angkat beban yang melatih bisep dan trisep, kemudian kaki dan bagian tengah badan pada hari ketiga. Lalu, beristirahatkan satu hari kemudian lanjutkan pelatihan sesuai urutan tersebut.

2. Perlu partner

Kebanyakan orang bertubuh kurus tidak kuat mengangkat beban berat sehingga otot lama terbentuk. Oleh karena itu, mereka butuh pelatih pribadi atau teman berolahraga di gym yang akan membantu demi terbentuknya otot. Untuk berat beban, pilih yang lebih ringan dengan pengulangan lebih sering. Cara ini lebih efektif, daripada Anda memilih beban berat dan pengulangan lebih jarang.

3. Kombinasi latihan

Saran kombinasi latihan ini tidak boleh disalahartikan. Maksudnya adalah, Anda tetap berlatih latihan yang sama setiap minggu selama tiga sampai lima minggu. Tetapi, Anda sebaiknya menggunakan berbagai jenis strategi selama Anda berniat menumbuhkan otot-otot Anda. 

4. Makan daging

Daging adalah serat bagi otot yang kaya lemak, protein dan pembentuk hormon yang akan membantu menumbuhkan otot Anda lebih cepat. Anda juga harus mengonsumsi 500 - 1000 kalori ekstra setiap hari untuk meningkatkan metabolisme Anda. Volume makanan dan protein yang tinggi akan meningkatkan hormon testosteron. Selain daging sapi, rekomendasi makanan lainnya adalah telur dan makanan laut.

5. Konsumsi Asam Amino

Di kalangan binaraga dan penggemar latihan kekuatan otot, ada suplemen yang kerap dikonsumsi atau disebut “branched chain amino acids” (BCAAs). Suplemen ini berisi protein yang mudah diserap oleh otot saat lahihan. Suplemen ini murah, mudah didapatkan serta baik dikonsumsi tanpa menyebabkan efek samping pada perut baik sebelum, selama maupun sesudah latihan. Untuk membentuk otot, Anda bisa menngonsumsi suplemen ini 10 - 20 gram yang diminum sebelum latihan, kemudian diminum lagi setiap 60 - 90 menit selama latihan. 

6. Makan lebih sering

Seringnya berlatih akan membakar karbohidrat dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, usahakan untuk makan sekitar 300 - 600 kalori yang mengandung karbohidrat dua sampai tiga jam sebelum latihan. Sumber karbohidrat bisa Anda temukan pada kentang, ubi jalar, outmeal, beras merah atau sumber lain yang sehat.

Jika Anda mengonsumsi makanan lain setelah selesai latihan, pastikan makan dalam jumlah kecil karena otot akan dengan cepat menyerap gula setelah Anda selesai berlatih. Khusus pria kurus, memang mereka harus banyak makan. Mereka wajib makan sebelum latihan serta sesudah berlatih sampai empat sampai lima makanan tambahan. Memang kelihatannya seperti banyak makan, tapi inilah yang diperlukan pria kurus untuk membentuk ototnya.

7. Suplemen 

Anda memang mendapatkan asupan nutrisi, vitamin, dan mineral dari makanan yang Anda makan. Tetapi, agar tubuh tetap bugar sembari Anda berlatih membentuk otot, maka Anda butuh suplemen. Konsumsi BCAAs mungkin sudah Anda lakukan, tapi ada suplemen lain yang efektif membantu pria kurus membentuk otot. Suplemen tersebut seperti Creatine, Carnitine, Citulline, dan Beta Alanine. Suplemen tidak dimaksudkan sebagai pengganti tenaga agar kuat atau lebih sering angkat beban. Tetapi, konsumsi suplemen dapat membantu meningkatkan target.

7 Teman yang Wajib Kamu Punya Saat Kuliah

Jika kamu menganggap dirimu sebagai mahasiswa non-sosialis, sebaiknya kamu berpikir ulang, sebab rugi banget jika kamu hanya punya segelintir teman.
Pasalnya, teman itu bukan hanya berguna untuk dimintai tolong saat susah atau mendampingimu kala kamu sendiri di kampus, tetapi juga berguna banget sebagai jaringan kamu ke depannya.
Meski demikian, kamu harus tetap hati-hati memilih teman, karena, kalau sembarang berteman dengan orang yang salah, kamu akan cenderung kerap melakukan kesalahan.
Jadi teman yang bagaimana dong yang wajib kita punya, tanpa salah pilih orang? Nah, berikut yang dikutip Her Campus:
1. Teman Lawan Jenis yang Bukan Pacar
Punya teman lawan jenis asyik banget, kamu bisa berbagi pengetahuan dan bisa melihat ide-ide dari perspektif yang berbeda. Jalinlah pertemanan dengan lawan jenis di kampus, enggak ada salahnya jika suatu saat bakal ada hubungan “dari temen jadi demen” seperti di televisi.
2. Teman Belajar
Ini penting, kamu perlu banget berteman dengan orang yang kamu anggap lebih rajin belajarnya, lebih kritis terhadap materi kuliah, dan orang rajin mengerjakan tugas. Percaya atau enggak, temanmu itu akan mempengaruhi nilai IPK-mu loh, sebab, yang namanya teman pasti akan saling mengingatkan, hal itu bisa berarti kamu punya “alarm” pengingat mana kala mood belajar menghilang.
3. Teman Hang Out
Ketika pilih teman untuk bersosial seperti hang out di cafe atau sekedar makan di resto yang baru buka, pastikan temanmu bukan tipe orang yang senang ke tempat club atau semacamnya. Ingat, pengaruh teman sangat kuat, terlalu banyak hang out tidak baik untuk perkuliahanmu, dan kantongmu tentunya.
4. Teman Lama dengan Silaturahmi yang Terpelihara
Punya teman dekat ketika sekolah dulu? Ada baiknya jika kamu tetap memelihara silaturahmi dengan mereka. Pasalnya, tidak semua hal yang terjadi di kehidupan kampusmu bisa kamu ceritakan dengan teman-teman di kampus. Untuk itulah peran teman-teman lamamu, untuk curhat dan kangen-kangenan.
5. Teman yang Paham Cara Berpakaian
Penting banget nih untuk perempuan, kamu bisa belajar banyak mengenai bagaimana cara berpakaian yang baik dari temanmu loh. Enggak hanya itu, mungkin kamu juga diajarkan untuk menghemat uangmu untuk membeli pakaian yang bagus lagi awet. Untuk pria, kamu bisa minta tips dari teman yang satu ini bagaimana cara memikat gebetanmu dengan berpakaian yang lebih baik.
6. Teman dengan Kesukaan yang Beda
Jika kamu nyaman dengan teman yang memiliki banyak kesamaan, coba mulai sekarang cari teman yang punya kesukaan yang berbeda denganmu 180 derajat, dan lihat bagaimana serunya, dan belajar betapa beragamnya karakter manusia melalui hal yang dia suka.
7. Teman yang Jujur
Penting banget punya teman yang jujur dan apa adanya. Memang sih, kadang kata-katanya begitu polos sehingga menyakitkan hatimu, tetapi siapa yang bisa mengoreksi dan mengkritisimu selain orang yang jujur? Ingat loh, kejujuran memang pahit, tapi itu akan membuatmu mengevaluasi diri lebih sering.

(Riani Dwi Lestari)