Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan

Predator Baru “Serbu” Gunung Ciremai


KuninganSering ditemukannya kijang yang masuk ke wilayah permukiman penduduk di sekitar lereng Gunung Ciremai akhir-akhir ini, disebabkan banyaknya hewan predator baru yang masuk ke kawasan gunung tersebut. Sehingga hewan liar keluar dari habitatnya pada ketinggian antara 1.500 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Hal itu terungkap saat petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akan melepas seekor kijang ke kawasan Ciremai blok Lambosir, sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Senin (26/9/2016).
“Berdasarkan identifikasi kami melalui kamera jebakan (trap), terpantau telah terjadi penambahan jenis predator baru, yaitu anjing-anjing para pemburu liar yang tertinggal di dalam kawasan Gunung Ciremai. Hitungan saya pribadi di Palutungan ada 25 ekor anjing kampung yang sering dibawa berburu dan tertinggal atau tersesat di hutan kawasan Ciremai,” ungkap tenaga fungsional Pengendali Ekosistem Hutan TNGC, Idin Abidin.
Sehingga dengan adanya predator buas di kawasan tersebut, kata Idin, kijang berupaya menyelamatkan diri dan memilih keluar dari habitatnya. Peristiwa ini pernah terjadi di sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan hingga masuk lubang galian.
“Hal ini sudah kami laporkan ke kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), nanti akan ada tindakan terhadap anjing itu. Apakah pengusiran, penangkapan atau perlakuan yang lain,” ujarnya.
Selain itu, Idin juga memastikan perbedaan anjing hutan dan anjing kampung yang berkeliaran di hutan dari aspek morfologi. Sehingga hewan yang berkeliaraan itu merupakan anjing peliharaan yang tertinggal di hutan kawasan Ciremai saat dibawa berburu.
“Tapi yang jelas hasil identifikasi kita, ini bukan hanya di Palutungan. Tetapi juga ada di Seda dan tempat-tempat yang lainnya. Kalau daerah Majalengka tidak terlaporkan, tetapi kemungkinan besar ada,” tuturnya.

Suhu tertinggi di AS barat tingkatkan kebakaran

Suhu tertinggi di AS barat tingkatkan kebakaranLos Angeles - Peringatan akan kebakaran dikeluarkan di tiga negara bagian Amerika Serikat barat pada Minggu saat gelombang panas dengan suhu tiga angka, tertinggi dalam sejarah, memanggang wilayah tersebut.

Suhu tinggi itu menyebabkan kebakaran di California, dari pantai kaki perbukitan di luar Santa Barbara hingga ke padang pasir dekat perbatasan Meksiko.

Laporan panas berlebih dan "peringatan bendera merah" atas kebakaran diberlakukan di sejumlah bagian selatan negara bagian California, Nevada dan Arizona, kata Dinas Cuaca Nasional.

Di wilayah Burbank, Los Angeles, suhu menunjukkan 109 derajat Fahrenheit atau setara 42,8 Celsius, memecahkan rekor 104 derajat Fahrenheit pada 1973. Di Phoenix, Arizona, suhunya meningkat menjadi 118 derajat Fahrenheit, tiga angka di atas suhu tertinggi sebelumnya pada 1968.

Dengan peningkatan permintaan akan pengatur suhu udara (AC) diperkirakan akan memberikan ujian terhadap kemampuan penyuplai listrik wilayah itu, Operator Sistem independen California, yang mengelola listrik negara bagian itu, mendesak para pengguna untuk menghemat pemakaian listrik di siang hari pada Senin.

Peramal cuaca mengatakan cuaca panas akan masih ada pada Selasa, terutama di Padang Pasir Barat Daya, dimana suhunya dapat mencapai 120 derajat Fahrenheit.

"Suhu ekstrim itu dapat mengancam nyawa," Dinas Cuaca mengatakan dalam laman resmi mereka.

Pejabat Dinas Kebakaran mengatakan bahwa suhu panas itu merupakan faktor besar dalam memburuknya kebakaran yang melanda rerumputan kering sekitar 50 mil ke arah timur San Diego, bagian utara perbatasan Meksiko, memaksa dilakukannya evakuasi sejumlah rumah di lingkungan padang pasir Potrero.

Kebakaran itu, yang timbul pada Minggu pagi, telah menghanguskan wilayah seluas sekitar 607 hektar dan masih membakar sejumlah padang curam dan tanaman kening pada sore hari, Kapten Dinas Kebakaran San Diego, Kendal Brotisser mengatakan.

Sekitar 200 mil ke arah utara, suhu panas tinggi juga terus mengganggu tim yang sedang berjuang untuk memadamkan apa yang disebut dengan Kebakaran Sherpa, yang telah membara selama lima hari di sejumlah tebing dan bukit dekat Santa Barbara.

Kebakaran itu, yang telah menghanguskan sekitar 3.197 hektar lahan dan memaksa ratusan orang melarikan diri dari tempat tinggal mereka, masih dapat dipadamkan sebesar 51 persen saat para pemadam kebakaran memanfaatkan tidak adanya angin "matahari tenggelam" yang pada awalnya memicu terjadinya kebakaran.

Kebakaran lebih kecil terjadi sesaat di persimpangan jalan tol dekat Los Angeles, menghancurkan tiga gudang penyimpanan, merusak dua rumah dan menyebabkan kemacetan saat para pemadam kebakaran bergegas untuk menangkal api itu.

Di New Mexico, pihak berwenang setempat menyatakan sebuah keadaan darurat dikarenakan adanya kebakaran hutan yang telah membara selama lima hari dan menghanguskan 7.129 hektar lahan, dan juga menghancurkan sekitar dua lusin rumah di bagian tenggara Alburquerque, demikian Reuters melaporkan.

Tonton Monyet Ekor Panjang di Buper Cibeureum Yuk!


Kuningan - Bumi Perkemahan Cibeureum merupakan  Objek Wisata (OW) yang dinaungi Balai Taman Nasonal Gunung Ciremai  (TNGC). OW yang terletak pada jalan alternatif yang menghubungkan antara kecamatan Cilimus dengan Kecamatan Mandirancan ini terkenal dengan satwa uniknya yakni monyet ekor panjang.

“Sebagian besar pengunjung atau masyarakat yang melewati objek wisata ini tertarik untuk melihat sekolompok monyet ekor panjang serta adanya vegetasi hutan  pinus dan hutan alam yang cukup rapat,”tutur seorang penjaga karcis yang ditemui dilokasi.

Kendati fasilitas yang ada di wisata ini masih sangat terbatas, tetapi potensinya besar. Asalkan, dilakukan pengembangan sarana prasarana dan kegiatan wisata alam.(zat)



Sumber Berita: www.kuningannews.com.com


http://kuningannews.com/berita-tonton-monyet-ekor-panjang-di-buper-cibeureum-yuk.html#ixzz2zHv0UKA5

Mengapa harus geothermal?

Masih hangat wacana tentang eksplorasi sumber daya alam panas bumi di kabupaten kuningan. Sedikit mengulas, latar belakang eksplorasi energi panas bumi atau geothermal ini adalah karena semakin menipisnya cadangan sumber energi fosil yang tersedia di bumi. Maka dari itu pemerintah berupaya mencari solusi yang terbaik untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat dari kondisi tersebut. Kuningan memiliki kekayaan alam panas bumi yang sangat mungkin digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Namun apakah Kuningan hanya memiliki geothermal? Saya punya pendapat lain tentang ini. Mari cermati, sebutkan tempat wisata yang  terdapat di Kabupaten Kuningan! Linggarjati, cigugur, waduk darma, balong dalem, sangkanurip, talaga remis, sidomba, dan masih banyak lagi. Coba cermati lagi, hampir seluruhnya tempat wisata tadi berbasis air, air ini kemudian dialirkan ke sungai-sungai dan melintasi kabupaten kuningan ke arah timur. Air ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya (misalnya pertanian).
Kenapa harus geothermal yang dipilih? Padahal megaproyek ini membutuhkan banyak air untuk setiap kali injeksi ke pusat bumi nantinya. Apakah nantinya kita masih bisa melihat tempat wisata di Kuningan? Atau kuningan yang kaya energi namun miskin air untuk kebutuhan hidupnya? Kita bukan robot yang hidup dengan listrilk kan?
Saya secara pribadi cenderung lebih setuju jika pemerintah memaksimalkan potensi air sebagai penggerak turbin untuk menghasilkan listrik. Dengan begitu secara tidak langsung kita akan turut menjaga air dari hulu hingga ke hilir. Berikut saya bandingkan beberapa keuntungan geothermal project vs. listrik tenaga air:

1.   Renewable Energi.
Geothermal adalah salah satu sumber energi terbarukan, ini berarti kebalikan dari energi fosil yang akan habis karena alam membutuhkan waktu lama untuk membentuk kembali sumber energi ini. Namun energi terbarukan tidak hanya panas bumi, banyak sumber energi lain yang bisa kita eksplorasi, misalnya, air, angin, cahaya matahari, biomassa, dll. Karena menurut James Prescott Joule, Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Namun geothermal membutuhkan banyak air untuk menghasilkan energi saat menginjeksi ke pusat bumi, namun  listrik tenaga air hanya memanfaatkan pergerakan alami dari aliran air, hanya perlu rekayasa ketinggian untuk menghasilkan energi yang lebih besar.
2.   Konservasi
Karena membutuhkan air, maka pemegang proyek geothermal akan berperan aktif dalam konservasi hutan sebagai penyangga air. Mereka akan turut serta menjaga hutan dan melestarikannya. Tapi apakah air yang tersedia nantinya untuk masyarakat, atau untuk mereka? Atau apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan semuanya?
Pembangkit listrik tenaga air pun sama-sama membutuhkan air, namun mungkin terdapat perbedaan dalam penggunaannya. Sama-sama mendukung konservasi hutan dan kita tidak terlalu khawatir (berebut) air nantinya. Kita masih bisa melihat air di tempat wisata sekarang  ini, kita masih bisa melihat air di sungai, petani masih bisa mengairi sawah serta ladangnya, kita masih bisa melihat keramba ikan atau bahkan melihat orang memancing untuk sekedar mengurai penatnya.
3.    Ekonomi
Alasan pemerintah melelang proyek ini adalah karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun proyek ini. Bahkan membutuhkan waktu kurang lebih 30 tahun untuk mencapai break event point atau titik impasnya. Maka dari itu pemerintah melelangnya dan tender ini dimenangkan PT Chevron.
Walaupun  nantinya dikelola perusahaan asing namun mereka masih membuka kesempatan masyarakat lokal untuk bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat lokal. Namun sudah sesuaikah kualifikasi sumber daya manusianya? Atau mungkin kita hanya disediakan untuk sebagai karyawan biasa? Bukan bermaksud buruk sangka, namun kita hanya perlu belajar dari pengalaman, misalnya, apakah setelah sekian waktu masyarakat papua sudah sejahtera karena privot?
Sungai modern di jakarta.
 Jika yang dipilih adalah pembangkit listrik tenaga air maka akan lebih banyak putra bangsa yang terlibat. Kita akan menjaga hutan, menjaga sungai, menjaga kearifan lokal yang saya pikir masih terjaga meskipun hanya karena mitos-mitos dari para pendahulu kita. Kita masih bisa melihat para petani mengairi sawah dan ladangnya, melihat petani  memandikan kerbaunya di sungai, atau bahkan jika pemerintah serius, pemandangan seperti itu bisa menjadi daya tarik wisata baru yang sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan di hilir dibentuk bendungan untuk pembangkit listrik.
Saya membayangkan nantinya wisatawan masih bisa berarung jeram dan melihat aktifitas para petani tadi, ini sangat potensial mengingat tempat ini adalah sumber ion negatif yang bisa mengurai stress, para wisatawan akan sangat merindukan suasana menyenangkan seperti ini.  Bahkan tepian sungai jika dibangun jalur sepeda atau taman bermain lain, tentu dengan seperti itu akan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan karena akan semakin banyak hal menarik yang bisa diolah oleh masyarakat. Jika lebih serius nantinya akan lebih baik jika sungai dijadikan jalur transportasi air. Ini akan sangat indah saya pikir jika dibanding pengeboran geothermal yang membisingkan dan bahkan dari beberapa sumber menyebutkan bisa menyebabkan gempa periodik.
Transportasi air modern
Olahraga air
    
4.    Sosial budaya
Menurut pemerintah terkait, nantinya akan ada orang asing yang bermukim di kuningan, dengan begitu akan terjadi pertukaran budaya kita dengan mereka. Namun pertanyaannya budaya seperti apa yang dimaksud? Kita sudah kewalahan dengan perubahan budaya karena serapan dari budaya asing, apa nantinya budaya kita harus benar-benar berubah?
Padahal jika kita mengembangkan potensi wisata sebagai akibat tidak langsung dari proyek pembangkit listrik tenaga air tadi, kita bisa ‘menjual’ budaya warisan dari para pendahulu kita.
5.   Ekologi
Saya secara pribadi khawatir nantinya tidak bisa lagi melihat ikan hidup di sungai karena kering tak berair, tidak bisa lagi melihat sawah karena tanah tak mungkin lagi ditanam padi, dan selanjutnya. Yang terburuk adalah kita lagi-lagi harus impor makanan dari luar. Jika negara ini keamanannya diancam negara lain, maka habislah kita. Kita bangsa Indonesia, kita harus mandiri. Kita dapat salam dari para penerus generasi kita, jangan egois. Belajarlah dari induk ayam yang berusaha keras menjaga suhu tubuhnya dengan berpuasa, itu semua demi generasi penerusnya. Tentu kita tidak lebih rendah dari ayam, kita harus berpikir lebih jauh dari mereka karena kita adalah makhluk berakal.

Referensi:

Tangki radioaktif Amerika bocor

Ilustrasi -- Instalasi nuklir (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

Moskow (ANTARA News) - Enam dari 177 tangki penyimpanan bawah tanah sampah radioaktif di Hanford, Washington, Amerika Serikat, bocor.

"Tidak ada resiko kesehatan langsung atau jangka pendek karena kebocoran itu. Potensi penyebaran juga tipis karena lokasinya jauh dari Sungai Kolumbia, sejauh delapan kilometer," tulis Gubernur Hanford, Jay Inslee, di situs resminya, Sabtu.

Laporan kebocoran itu tidak menyebut secara pasti berapa banyak limbah yang tercecer.

Kebocoran diberitakan sejak pekan lalu, tapi Departemen Energi Amerika Serikat pada saat itu menerangkan satu dari 149 tangki terpengaruh oleh insiden itu. Kebocoran mengeluarkan sampah 560 sampai 1.130 liter per tahun.

Total tangki penyimpanan berisi 1,7 juta liter lumpur radioaktif.

"Kejadian itu memunculkan pertanyaan serius tentang kualitas 149 tangki penyimpanan yang berisi lumpur dan cairan radioaktif di Hanford," tulis gubernur.

Kawasan Hanford banyak dikenal sebagai kawasan produksi bom nuklir Fat Man yang didirikan pada 1943.

Fat Man menjadi senjata pemusnah massal yang dijatuhkan tentara sekutu di Nagasaki, Jepang, tahun 1945 silam.

Berdasarkan data Departemen Lingkungan Washington, kompleks itu ditutup pada tahun 1987 namun tetap menjadi gudang penyimpanan sampah nuklir terbesar di AS dengan simpanan 200 juta liter sisa radioaktif. Termasuk juga 114 liter sampah nuklir pada 149 tangki penyimpanan.

Pada tahun 2008, Departemen Lingkungan Washington memperkirakan program pembersihan telah dilakukan sejak 1989 tapi sampai tahun 2050 belum juga selesai.

Kantor Akuntan Umum AS melaporkan pada 2008, sekitar 3,8 juta liter sampah radioaktif tercecer bocor dari tangki penyimpanan Hanford yang dibangun sejak 1940.
(A061)
Editor: Ella Syafputri

Ilustrasi ekosistem air tawar (ANTARA/Anang Budiono)


VancouveR (ANTARA News) - Penelitian di Kanada menemukan bahwa emisi gas karbon meningkat ketika predator di puncak rantai makanan menghilang.

Studi yang dipimpin oleh beberapa peneliti dari University of British Columbia itu bertujuan mengukur peran yang dimainkan predator dalam pengaturan buangan gas pencemar.

Para peneliti mendapati bahwa ketika predator hilang, timbullah konsekuensi yang signifikan di sebuah ekosistem.

Di dalam studi tersebut, para peneliti menghilangkan semua predator dari tiga ekosistem air tawar yang terkendali di Kanada dan Costa Rica.

Hasilnya? Terdapat peningkatan hingga 93 persen gas karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan ekosistem air tawar tersebut. 

Hewan pemangsa adalah hewan lebih besar pada puncak rantai makanan dan makanan mereka terdiri atas semua hewan lebih kecil serta tanaman di dalam ekosistem, baik langsung maupun tidak.

Hasilnya ialah jumlah predator di dalam sebuah ekosistem mengatur jumlah semua tanaman dan hewan di posisi lebih rendah dalam rantai makanan.

Tanaman dan hewan lebih kecil itulah yang memainkan peran besar dalam mengikat atau mengeluarkan karbon.

"Kami tahu predator membentuk ekosistem dengan mempengaruhi berlimpahnya hewan dan tanaman lain, tapi sekarang kami mengetahui dampak mereka membentang sampai jauh ke tingkat biokimiawi," kata Trisha Atwood, penulis utama studi tersebut.

Namun, "hewan pemangsa mulai hilang dari ekosistem kita dengan jumlah yang mengkhawatirkan akibat perburuan, penangkapan ikan dan perubahan yang ditimbulkan oleh manusia pada habitat mereka, sehingga dapat menimbulkan dampak besar pada perubahan iklim".

"Manusia memainkan peran besar pada kemerosotan jumlah predator dan studi kami memperlihatkan ini memiliki dampak global yang penting bagi perubahan iklim dan gas rumah kaca," kata Atwood.
(C003)

Parah! Capung di Indonesia Terancam Punah

Kini 700 jenis capung di Indonesia, dan 136 jenis di antaranya bisa ditemukan di pulau Jawa
terancam punah

World Dragonflies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris mencatat, capung di Indonesia terancam punah.

Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit mengemukakan, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB yang menyebutkan kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan. Menurutnya, kehidupan capung sangat tergantung pada kondisi air.

"Di beberapa daerah yang terdapat air, sudah banyak tidak ditemukan capung. Di Malang, capung tidak ditemukan di Talun atau sepanjang Sungai Brantas,” kata Sigit.

Sebenarnya, capung sudah akrab dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Terbukti capung memiliki nama berbeda di setiap daerah. Orang Sunda menyebutnya papatong, di Jawa dikenal kinjeng, coblang, gantrung, atau kutrik. Orang Banjar mengenal kasasiur, dan di Flores disebut tojo.

Meski banyak istilah untuk menyebut hewan ini, ternyata tidak banyak buku tentang capung untuk lebih mengakrabkan hewan pemakan jentik nyamuk dan hama di sawah.

Berdasar catatan IDS, hinggga kini hanya dua buku karya orang Indonesia yang membahas tentang capung,  yitu ‘Mengenal Capung’ karya Shanti Susanti terbitan Puslitbang Biologi-LIPI tahun 1998, dan kumpulan esai berjudul ‘Capung Teman Kita’ yang diterbitkan Pelestarian Pusaka Indonesia pada 2011 lalu.

“Ahli serangga di Indonesia sudah sangat banyak, tapi tidak ada yang mengambil spesifikasi pada capung. Bahkan anak-anak sekolah saja, banyak yang tidak tahu capung,” tambahnya.

Desa 1.000 Tahun Ditemukan di Philipina

alt
Para arkeolog sedang Philipina mengukur dimensi peti mati batu kapur di Gunung Kamhantik, dekat kota Mulanay di Provinsi Quezon, Filipina timur. (AP/Telegraph)
Situs yang terletak di puncak gunung dengan hutan belantara dekat kota Mulanay di Provinsi Quezon ini, dikatakan memiliki 15 peti mati dari batu kapur yang belum pernah ditemukan sebelumnya, menurut para pejabat.
Berdasarkan uji tes karbon yang dilakukan pada gigi manusia yang ditemukan di salah satu kuburan, kemungkinan desa itu setidaknya telah berusia sekitar 1.000 tahun, menurut pejabat Museum Nasional, Eusebio Dizon.

Sebuah laporan awal dari Museum Nasional menyatakan bahwa sejumlah arkeolog terkemuka telah menemukan "sebuah situs arkeologi yang kompleks dengan habitasi dan pemakaman tetap dari masa sekitar abad ke-10 hingga abad ke-14 ... ini merupakan jenis yang pertama kali di Filipina memiliki makam batu kapur berukir."

Temuan makam persegi panjang ini adalah sejarah penting karena merupakan indikasi pertama bahwa Philipina kuno mempraktikkan ritual penguburan lebih maju daripada yang diperkirakan para ahli sebelumnya. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa adanya alat-alat logam yang digunakan dalam penyelesaian untuk mengukir peti mati.

Para arkeolog juga menemukan pecahan guci tanah, benda logam dan fragmen tulang monyet, babi hutan, manusia dan hewan lainnya dalam kuburan di hutan yang dilindungi pemerintah itu.

Temuan itu disambut baik masyarakat setempat. Kota pesisir Mulanay, dengan jumlah penduduk 50.000 orang,
sebelumnya dikenal sebagai medan pertempuran besar antara pasukan tentara dan pemberontak Marxis dari Tentara Rakyat Baru (NPA), namun walikota setempat berharap penemuan ini akan mengubah persepsi ini.

Walikota Mulanay, Joselito Ojeda, mengatakan "Sebelumnya, jika Anda mentionthis daerah, orang akan berkata 'Oh, itu negara NPA."

"Tapi masa itu adalah masa lalu dan sekarang kita dapat menghapus gambar itu dan situs arkeologi ini akan menjadi tumpuan besar," tambahnya.

Setelah arkeolog menyelesaikan pekerjaan mereka, petugas pariwisata Mulanay, Sanny Cortez berencana mengubah puncak Gunung Kamhantik menjadi taman ekowisata dan arkeologi. (Erabaru/Telegraph/sua)

Indonesia berpotensi besar untuk pembangunan rendah emisi karbon

Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim 
Rachmat Witoelar 
Jakarta - Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar mengatakan Indoesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung pembangunan rendah emisi karbon.


Contoh konkrit dari potensi itu adalah dengan mengganti penggunaan sumber tenaga fosil ke non-fosil. 

"(Sumber daya) bukan minyak bumi yang paling besar adalah geothermal," katanya saat peluncuran Indonesia Climate Change Day.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi energi alternatif berupa tenaga air angin, biomasa, dan tenaga surya. 

Selain penggunaan energi alternatif, cara yang paling cepat untuk mendukung pembangunan rendah emisi karbon adalah dengan melakukan penghematan energi misalnya mematikan lampu di siang hari.

Menurutnya, energi panas bumi yang digunakan di Indonesia baru sekitar empat hingga enam persen. 

"Kita punya 100, tapi yang kita pakai cuma empat sampai enam. Padahal kita negara kedua yang punya potensi panas bumi tinggi," tegasnya.

Hal itu disebabkan biaya yang tidak murah untuk mulai menggunakan energi panas bumi.

"Dan itu mesti masuk ke hutan-hutan lindung. Jadi, urusannya panjang," jelasnya.


(nta, ANTARA News)

Macan Tutul Berhasil Dilumpukan

Macan tutul ditemukan di pemukiman warga desa Kalapa Gunung, Kramat Mulya, Kuningan - Jawa Barat
Kuningan - Hampir selama 7 jam sejak terperangkap di kandang ayam milik warga Desa Kalapagunung, Kecamatan Kramatmulya, seekor macan tutul yang diduga berasal dari hutan kawasan Gunung Ciremai akhirnya berhasil ditangkap petugas, Selasa (16/10/2012) siang pukul 13.00 WIB.
Dengan peralatan suntik bius, petugas yang didatangkan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat, dibantu aparat kepolisian berhasil mengeluarkan macan tutul tersebut dari kandang ayam dan dimasukan ke dalam kerangkeng untuk kemudian dibawa ke Mapolres Kuningan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jawa BaratDrs Rajendra Supriadi kepada puluhan wartawan mengatakan, pihaknya akan membawa satwa liar tersebut ke balai konservasi satwa di Garut. Hal itu penting dilakukan mengingat keberadaan satwa jenis macan tutul ini dilindungi undang-undang.
“Kita lihat saja nanti apakah akan dikembalikan lagi ke hutan atau seperti apa. Yang jelas satwa ini dilindungi dan akan menjalani rehabilitasi di balai konservasi satwa yang ada di Garut,” kata Rajendra.
Diungkapkannya, baru kali ini pihaknya mengetahui jika ada satwa berjenis macan tutul masuk pemukiman warga di wilayah perkotaan, sehingga dirinya pun sedikit curiga jika satwa tersebut merupakan hewan peliharaan.
“Sudah banyak kami menangkap satwa dalam keadaan mati yang lari dari hutan dan berada di wilayah pemukiman warga. Tapi biasanya pemukiman warganya juga berada di wilayah dekat kaki gunung. Kalau disini (Desa Kalapagunung, red) kan di kota. Tapi saya belum bisa menyimpulkan karena itu bukan kewenangan kami, ada petugas Gunung Ciremai disini,” ungkap Rajendra. (muh)

Bersihkan sampah plastik supaya Indonesia sehat

Ilustrasi aksi bersih sampah (ANTARA/Herry Murdy Hermawan)
Jakarta (ANTARA News) - Untuk menuju Indonesia yang sehat, bisa dimulai dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah, terutama sampah plastik, kata Pimpinan Danone AQUA, Parmaningsih Hadinegoro.

"Peran serta masyarakat adalah bagian terpenting untuk menciptakan lingkungan Indonesia yang bersih dan sehat," kata Parmaningsih pada jumpa pers yang digelar di Jakarta, Jumat.

Parmaningsih mengatakan bahwa komitmen untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat kembali ditegaskan Danone Aqua, dengan mewujudkan berbagai inisiatif Aqua Lestari. 

"Kami melakukan pengelolaan sumber daya air dari hulu sampai ke hilir," kata dia. Paramaningsih mengemukakan, bahwa dari sisi hulu, pihaknya melakukan pengelolaan sumber daya air. 

Sementara dari sisi hilir, dilakukanlah pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi. Sebelumnya pada 1993, pengelolaan sampah plastik sudah berjalan melalui program 'Peduli'. 

Program ini bertujuan untuk merubah sampah plastik menjadi memiliki nilai ekonomis. Pada 2011 program tersebut dilanjutkan kembali melalui kampanye "Mulai Hidup Sehat dari Sekarang". 

"Maka pada tahun ini, kami melanjutkan inisiatif ini dengan menggalakkan kampanye 'Semua Berawal Dari Kita'," kata Parmaningsih. 

Dia menjelaskan, pada kampanye kali ini, Danone Aqua mengajak setiap orang untuk membantu mengurangi volume sampah, dengan mengahancurkan semua botol plastik terlebih dahulu dan membuang sampah tersebut sesuai pada tempatnya. 

(M048) 
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012