Faceblog Evolutions

http://mas-andes.blogspot.com - Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery....read more

Membuat Iklan Seperti Google Adsense

Untuk membuat iklan pada sebuah blog dengan menggunakan gaya yang layaknya seperti Google Adsense....read more

Optimasi Meta Tag SEO Valid HTML5

Dalam sebuah blog fungsi meta tag tentu sangat penting dan diperlukan untuk lebih memaksimalkan potensi SEO....read more

Membuat Sidebar Blog Efek Ribbon

Tutorial cara membuat sidebar pada blog anda agar lebih elegant dengan tampilan efek ribbon yang cantik....read more

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Predator Baru “Serbu” Gunung Ciremai


KuninganSering ditemukannya kijang yang masuk ke wilayah permukiman penduduk di sekitar lereng Gunung Ciremai akhir-akhir ini, disebabkan banyaknya hewan predator baru yang masuk ke kawasan gunung tersebut. Sehingga hewan liar keluar dari habitatnya pada ketinggian antara 1.500 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Hal itu terungkap saat petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akan melepas seekor kijang ke kawasan Ciremai blok Lambosir, sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Senin (26/9/2016).
“Berdasarkan identifikasi kami melalui kamera jebakan (trap), terpantau telah terjadi penambahan jenis predator baru, yaitu anjing-anjing para pemburu liar yang tertinggal di dalam kawasan Gunung Ciremai. Hitungan saya pribadi di Palutungan ada 25 ekor anjing kampung yang sering dibawa berburu dan tertinggal atau tersesat di hutan kawasan Ciremai,” ungkap tenaga fungsional Pengendali Ekosistem Hutan TNGC, Idin Abidin.
Sehingga dengan adanya predator buas di kawasan tersebut, kata Idin, kijang berupaya menyelamatkan diri dan memilih keluar dari habitatnya. Peristiwa ini pernah terjadi di sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan hingga masuk lubang galian.
“Hal ini sudah kami laporkan ke kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), nanti akan ada tindakan terhadap anjing itu. Apakah pengusiran, penangkapan atau perlakuan yang lain,” ujarnya.
Selain itu, Idin juga memastikan perbedaan anjing hutan dan anjing kampung yang berkeliaran di hutan dari aspek morfologi. Sehingga hewan yang berkeliaraan itu merupakan anjing peliharaan yang tertinggal di hutan kawasan Ciremai saat dibawa berburu.
“Tapi yang jelas hasil identifikasi kita, ini bukan hanya di Palutungan. Tetapi juga ada di Seda dan tempat-tempat yang lainnya. Kalau daerah Majalengka tidak terlaporkan, tetapi kemungkinan besar ada,” tuturnya.

Desa Pamulihan (Subang) Rawan Terjadi Gerakan Tanah Susulan

Kuningan - Hasil pemeriksaan Badan Geologi terhadap kejadian bencana di Desa Pamulihan Kecamatan Subang menyatakan, lokasi tersebut berpotensi terjadi gerakan tanah susulan, sehingga disarankan apabila terjadi hujan berkepanjangan pada areal bencana kemarin agar mengungsi dilokasi yang aman.
Hasil pemeriksaan tersebut tertuang dalam surat dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan nomor surat 2619/45/BGL.V/2016 perihal laporan singkat pemeriksaan lokasi tanah longsor dan rencana relokasi di Desa Pamulihan kecamatan Subang, yang ditujukan kepada Kepala BNPB, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan.
Selain itu, retakan tanah harus segera ditutup dengan tanah lempung dan dipadatkan agar air permukaan tidak masuk dan menjenuhi tanah.
Di areal bencana juga diimbau untuk ditanami dengan tanaman keras berakar kuat dan dalam yang dapat berfungsi menahan pergerakan lereng. Selanjutnya perlu dibuat saluran drainase kedap untuk menjaga air permukaan tidak masuk keareal bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, surat dari Badan Geologi tersebut sebagai bahan pemerintah daerah untuk menentukan rencana relokasi, sebab selain rekomendasi teknis juga terdapat rekomendasi koordinat lokasi untuk relokasi.
“Ada tiga titik rencana relokasi yang diberikan. Salah satunya tidak layak untuk relokasi pemukiman tapi hanya untuk hunian sementara dengan rumah kayu atau tidak permanen, sedangkan dua koordinat lainnya dinyatakan layak,” kata Agus, Sabtu (1/10).
Sementara itu, Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengaku, akan mengikuti saran dari Badan Geologi dan secepatnya akan direalisasikan karena menyangkut keselamatan warganya.
“Saya sudah terima hasil kajianBadan Geologi, kita akan segera merelokasi para korban kemarin dilokasi yang sudah dinyatakan aman,” kata Acep.
Selain itu, Acep juga meminta kepada masyarakat yang berada didaerah rawan bencana agar lebih waspada karena kondisi cuaca saat ini masih belum bisa ditebak. Bahkan dalam hasil kajian Badan Geologi juga meminta kepada masyarakat ketika terjadi hujan lebat agar mengungsi ke daerah yang aman.
“Saya mengimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya yang kemarin di Pamulihan agar selalu waspada dan siaga ketika hujan dengan intensitas tinggi turun,” kata Acep.

Suhu tertinggi di AS barat tingkatkan kebakaran

Suhu tertinggi di AS barat tingkatkan kebakaranLos Angeles - Peringatan akan kebakaran dikeluarkan di tiga negara bagian Amerika Serikat barat pada Minggu saat gelombang panas dengan suhu tiga angka, tertinggi dalam sejarah, memanggang wilayah tersebut.

Suhu tinggi itu menyebabkan kebakaran di California, dari pantai kaki perbukitan di luar Santa Barbara hingga ke padang pasir dekat perbatasan Meksiko.

Laporan panas berlebih dan "peringatan bendera merah" atas kebakaran diberlakukan di sejumlah bagian selatan negara bagian California, Nevada dan Arizona, kata Dinas Cuaca Nasional.

Di wilayah Burbank, Los Angeles, suhu menunjukkan 109 derajat Fahrenheit atau setara 42,8 Celsius, memecahkan rekor 104 derajat Fahrenheit pada 1973. Di Phoenix, Arizona, suhunya meningkat menjadi 118 derajat Fahrenheit, tiga angka di atas suhu tertinggi sebelumnya pada 1968.

Dengan peningkatan permintaan akan pengatur suhu udara (AC) diperkirakan akan memberikan ujian terhadap kemampuan penyuplai listrik wilayah itu, Operator Sistem independen California, yang mengelola listrik negara bagian itu, mendesak para pengguna untuk menghemat pemakaian listrik di siang hari pada Senin.

Peramal cuaca mengatakan cuaca panas akan masih ada pada Selasa, terutama di Padang Pasir Barat Daya, dimana suhunya dapat mencapai 120 derajat Fahrenheit.

"Suhu ekstrim itu dapat mengancam nyawa," Dinas Cuaca mengatakan dalam laman resmi mereka.

Pejabat Dinas Kebakaran mengatakan bahwa suhu panas itu merupakan faktor besar dalam memburuknya kebakaran yang melanda rerumputan kering sekitar 50 mil ke arah timur San Diego, bagian utara perbatasan Meksiko, memaksa dilakukannya evakuasi sejumlah rumah di lingkungan padang pasir Potrero.

Kebakaran itu, yang timbul pada Minggu pagi, telah menghanguskan wilayah seluas sekitar 607 hektar dan masih membakar sejumlah padang curam dan tanaman kening pada sore hari, Kapten Dinas Kebakaran San Diego, Kendal Brotisser mengatakan.

Sekitar 200 mil ke arah utara, suhu panas tinggi juga terus mengganggu tim yang sedang berjuang untuk memadamkan apa yang disebut dengan Kebakaran Sherpa, yang telah membara selama lima hari di sejumlah tebing dan bukit dekat Santa Barbara.

Kebakaran itu, yang telah menghanguskan sekitar 3.197 hektar lahan dan memaksa ratusan orang melarikan diri dari tempat tinggal mereka, masih dapat dipadamkan sebesar 51 persen saat para pemadam kebakaran memanfaatkan tidak adanya angin "matahari tenggelam" yang pada awalnya memicu terjadinya kebakaran.

Kebakaran lebih kecil terjadi sesaat di persimpangan jalan tol dekat Los Angeles, menghancurkan tiga gudang penyimpanan, merusak dua rumah dan menyebabkan kemacetan saat para pemadam kebakaran bergegas untuk menangkal api itu.

Di New Mexico, pihak berwenang setempat menyatakan sebuah keadaan darurat dikarenakan adanya kebakaran hutan yang telah membara selama lima hari dan menghanguskan 7.129 hektar lahan, dan juga menghancurkan sekitar dua lusin rumah di bagian tenggara Alburquerque, demikian Reuters melaporkan.

FAO sebut perubahan iklim tantangan besar manusia

FAO sebut perubahan iklim tantangan besar manusia Kairo  - Seorang pejabat di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan di Ibu Kota Mesir, Kairo, Senin (3/10) bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia.


Pernyataan Abdessalam Ould Ahmed, Asisten Direktur Jenderal dan Wakil Regional FAI untuk Timur Dekat dan Afrika Utara, dikeluarkan selama peresmian Dialog Pre-COPP22 bagi Negara dan Liga Negara Arab mengenai Sumbangan yang Ditetapkan dan Dimaksudkan Secara Nasional (INDCs) serta Dana Iklim, di Markas Besar Liga Arab di Kairo. Pertemuan itu berlangsung selama dua hari.

"Wilayah kita, salah satu wilayah yang paling kering dan langka akan air di dunia, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim," kata Adessalam Ould Ahmed dalam pertemuan tersebut.

Kendati ada penanaman modal sangat besar di sektor pengairan pertanian, Abdessalam Ould Ahmed mengatakan ketersediaan air bersih per kepala telah turun sampai dua pertiga selama 40 tahun belakangan dan diperkirakan turun lagi sebanyak 50 persen sampai 2050.

Itu terjadi akibat pertumbuhan cepat penduduk serta tekanan atas tingkat dan kualitan pasokan air.

"Dengan temperatur yang lebih tinggi dan curah hujan lebih sedikit, wilayah ini akan sangat rentan terhadap kemerosotan lahan dan penggurunan," kata Ahmed, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia menambahkan pertemuan itu adalah bagian dari serangkaian konsultasi yang digagas oleh FAO melalui kerja sama dengan Liga Negara Arab (LAS), Uni Maghrib Arab (UMA), dan Pemerintah Mesir serta Marokko.

Tujuannya untuk lebih memahami visi semua negara dan janji untuk menangani perubahan iklim sebab semuanya berkaitan dengan keamanan pangan serta pertanian.

"Pertemuan di LAS itu dijadwalkan secara khusus membahas masalah yang berkaitan dengan pertanian dan daerah prioritas tempat FAO dapat membantu semua negara di wilayah ini untuk memperkuat kemampuan penyesuain diri mereka pada perubahan iklim," katanya.

Pejabat PBB tersebut mengatakan secara keseluruh perubahan iklim akan mengurangi ketersediaan pangana akibat dampaknya pada produksi pertanian. Ia menambahkan itu akan mempengaruhi akses ke pangan akibat dampak negatifnya pada penghasilan penduduk desa dan pada kemiskinan.

"Itu akan berdampak pada pemanfaatan pangana sebab air yang berkurang di daerah pedesaan berarti resiko lebih besar bagi pencemaran air," katanya.

Perubahan iklim tampaknya akan meningkatkan ketergantungan wilayah tersebut pada import serta ketidak-stabilan produksi lokal akibat makin seringnya peristiwa kemarau, katanya.

"Bukti dari studi di seluruh dunia menunjukkan semua negara yang mengejar penanganan sumber daya air yang berkelanjutan dan strategi pertanian lebih mampu dalam meredam dampak perubahan iklim," kata Abdessalam Ould Ahmed.

Ia menekankan kesalahan dalam penanganan sumber daya alam dan perubahan iklim tampaknya akan meningkatkan ketidak-stabilan dan krisis yang berlarut-larut.

"Penting bagi wilayah ini untuk menerapkan sekarang agenda perubahan menyeluruh untuk secara tegas menempatkan sektor air dan pertanian di jalur kesinambungan dan menyesuaikan diri dengan dampak yang mungkin muncul akibat perubahan iklim," katanya.

Abdessalam Ould Ahmed mengatakan, "Takkan ada peningkatan keamanan pangan dan tak ada pengentasan orang miskin di wilayah kita tanpa penyesuaian diri dengan perubahan iklim dan sebaliknya."

Gempur Siap Kerahkan Massa Tolak Tambang Geothermal di Kuningan

Gempur Siap Kerahkan Massa Tolak Tambang Geothermal di KuninganKUNINGAN – Setelah beberapa pekan ini terdiam soal rencana dibukanya kembali pertambangan geothermal, kini Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) tampaknya mulai beraksi.
Selasa (4/10) mendatang, mereka berencana melakukan aksi turun ke jalan menolak ekploitasi geothermal tersebut. Surat pemberitahuan rencan aksi mereka pun sudah dilayangkan ke pihak kepolisian dan DPRD Kabupaten Kuningan.
Bahkan, sebelum mendatangi gedung dewan untuk menyampaikan surat pemberitahuan, beberapa aktivisnya sempat mendatangi Pendopo meminta agar Bupati Kuningan, Acep Purnama mencabut statemen soal geothermal.
Pada saat melayangkan surat pemberitahuan ke gedung dewan, beberapa perwakilannya sempat memasuki ruang kerja Ketua DPRD, Rana Suparman. Mereka menyampaikan rencana aksi menolak pertambangan geothermal di Kuningan.
“Sebab sengketa administrasi di wilayah BTNGC dan rencana pemanfaatan panas bumi sungguh telah membuat resah masyarakat yang berada di kawasan Gunung Ciremai. Seperti contoh di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan,” terang Okky Satrio, salah seorang aktivis Gempur.
Koordinator Gempur Desta menguatkan, aksi nanti itu hanya penyampaian aspirasi. Dia berharap, pemerintah memikirkan nasib masyarakat dalam menghadapi mega proyek panas bumi nanti.
Jangan sampai upaya penolakan Gempur terhadap geothermal malah dianggap negatif oleh bupati. “Kita ingin nasib rakyat yang diprioritaskan. Lantas apakah sikap penolakan kita itu akan dinilai negatif oleh bupati kita?,” ketusnya.
Dalam menyambut kedatangan Gempur, Ketua DPRD Rana Suparman meminta agar aksi Gempur diundur. Pasalnya dalam dua hari usai akhir pekan, para pimpinan dewan akan menjalankan tugas ke pemerintah pusat. (ded)